TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

479 TPPS Diturunkan DPPKBP3A Kampar Beredar di Desa, Ini Kata Kadis

479 TPPS Diturunkan DPPKBP3A Kampar Beredar di Desa, Ini Kata Kadis

KAMPAR - Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) yang mempunyai 479 Tim dengan jumlah 1.479 anggota sudah beredar di seluruh Desa dan Kecamatan di Kabupaten Kampar.

Hal ini berguna untuk mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Kampar.

"Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar telah mempersiapkan 479 Tim dengan jumlah 1.479 anggota untuk berupaya mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Kampar," kata Kepala Dinas PPKBP3A Kampar Edi Afrizal, (2/11/22).

Ia menjelaskan, Tim terdiri dari 3 yaitu, Tenaga Kesehatan, Kader KB dan Kader PKK.

"Tim ini nanti memonitoring kerja Tim PKK di Desa dalam mendampingi keluarga beresiko Stunting, seperti remaja yang akan menikah (calon pengantin), ibu hamil, ibu Nifas dan anak di bawah umur dua tahun," beber Edi Afrizal.

Ia mengemukakan, bahwa kita lakukan Tim untuk pendampingan kepada yang beresiko Stunting tersebut untuk percepatan penurunan Stunting.

"Dimana Tim dalam melakukan tugasnya dan pendampingan itu, mengunakan Aplikasi Electronik siap Nikah dan Hamil (Elsimil)," tukasnya.

Setelah Tim melakukan pendampingan, katanya, calon pengantin akan dilakukan mengisi Elsimil dan diberikan Edukasi. Untuk ibu Hamil agar tidak beresiko Stunting, akan dipantau kesehatan dan pertumbuhan kembang janinnya, akan diberikan vitamin dan obat oleh tim petugas kesehatan 

"Bagi ibu yang sudah siap melahirkan (Nifas), bagaimana anaknya 6 bulan itu mendapatkan susu Asi yang eksklusif," tambah Edi Afrizal.**