TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

479 TPPS Diturunkan DPPKBP3A Kampar Beredar di Desa, Ini Kata Kadis

479 TPPS Diturunkan DPPKBP3A Kampar Beredar di Desa, Ini Kata Kadis

KAMPAR - Tim Satgas Percepatan Penurunan Stunting (PPS) yang mempunyai 479 Tim dengan jumlah 1.479 anggota sudah beredar di seluruh Desa dan Kecamatan di Kabupaten Kampar.

Hal ini berguna untuk mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Kampar.

"Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar telah mempersiapkan 479 Tim dengan jumlah 1.479 anggota untuk berupaya mempercepat penurunan Stunting di Kabupaten Kampar," kata Kepala Dinas PPKBP3A Kampar Edi Afrizal, (2/11/22).

Ia menjelaskan, Tim terdiri dari 3 yaitu, Tenaga Kesehatan, Kader KB dan Kader PKK.

"Tim ini nanti memonitoring kerja Tim PKK di Desa dalam mendampingi keluarga beresiko Stunting, seperti remaja yang akan menikah (calon pengantin), ibu hamil, ibu Nifas dan anak di bawah umur dua tahun," beber Edi Afrizal.

Ia mengemukakan, bahwa kita lakukan Tim untuk pendampingan kepada yang beresiko Stunting tersebut untuk percepatan penurunan Stunting.

"Dimana Tim dalam melakukan tugasnya dan pendampingan itu, mengunakan Aplikasi Electronik siap Nikah dan Hamil (Elsimil)," tukasnya.

Setelah Tim melakukan pendampingan, katanya, calon pengantin akan dilakukan mengisi Elsimil dan diberikan Edukasi. Untuk ibu Hamil agar tidak beresiko Stunting, akan dipantau kesehatan dan pertumbuhan kembang janinnya, akan diberikan vitamin dan obat oleh tim petugas kesehatan 

"Bagi ibu yang sudah siap melahirkan (Nifas), bagaimana anaknya 6 bulan itu mendapatkan susu Asi yang eksklusif," tambah Edi Afrizal.**