TERKINI
Netty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81

Kali Ini Giliran Koordinator BPP Tapung Dipanggil Kejari Kampar, Ini Dikatakannya

Kali Ini Giliran Koordinator BPP Tapung Dipanggil Kejari Kampar, Ini Dikatakannya
Saat Koordinator BPP Kecamatan Tapung, Nasrun saat keluar dari gedung Kejari Kampar usai dilakukan pemeriksaan

KAMPAR - Tim penyidik Kejari Kampar terus menulusuri dan mengungkap dugaan modus operandi mafia pupuk bersubsidi.

Sebelumnya, Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kuok telah dipanggil dan dimintai keterangan.

Secara maraton, sejumlah pihak terkait lainnya juga terus dilakukan pemeriksaan oleh tim penyidik dalam membongkar dugaan mafia pupuk bersubsidi.

Dari pantauan lenteranews.co di gedung Adhyaksa Kampar, Kamis (16/6/22). Terlihat Koordinator BPP Kecamatan Tapung Nasrun dan beberapa orang lainnya datang memenuhi panggilan.

Tim penyidik telah memanggil Koordinator BPP Kecamatan Tapung, Nasrun dan jajaran untuk dilakukan pemeriksaan dan dimintai keterangan.

"Kita telah memanggil Koordinator BPP Kecamatan Tapung, Nasrun dan beberapa orang lainnya selaku tim verifikasi dan validasi penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Tapung," kata Kajari Kampar, Arif Budiman melalui Kasi Intel, Silfanus Rotua Simanullang membenarkan, Jumat (17/22).

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan agak maraton, guna untuk mengungkap perkara mafia pupuk ini serta bisa mengungkap siapa tersangka yang bertanggung jawab atas perkara ini.

Sementara, Koordinator BPP Kecamatan Tapung, Nasrun dari pantauan di lokasi, tampak memasuki ruang pemeriksaan sekira pukul 10.00 WIB.

Ia baru terlihat keluar pukul 19.00 WIB, dengan lebih kurang 9 jam dilakukan pemeriksaan.

Saat ditanya seputar pemeriksaan terhadap dirinya, Nasrun tak bersedia berkomentar. Ia hanya mengeluarkan beberapa kata bahwa dirinya tak bisa bicara lagi karena pusing.

"Ndak bisa mangecek le, poniong, (tak bisa bicara lagi, pusing-red)," pungkas Nasrun sambil berlalu meninggalkan gedung Kejari Kampar.