TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

DPRD Kota Pekanbaru Bersama Pemko, Sahkan APBD Tahun 2022 Rp 2,560 Triliun

DPRD Kota Pekanbaru Bersama Pemko, Sahkan APBD Tahun 2022 Rp 2,560 Triliun
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 sebesar Rp2,560 Triliun.

PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru bersama Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyepakati Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022 sebesar Rp2,560 Triliun.

Anggaran itu masih berupa Kesepakatan Bersama (Mou) Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas & Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kota Pekanbaru yang ditandatangani kedua belah pihak dalam Paripurna ke-9 masa Sidang Tahun 2021/2022 yang berlangsung di Ruang Paripurna Gedung Balai Payung Sekaki, Senin (18/10).Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pekanbaru Hamdani MS SIP didampingi Tiga Wakil Ketua Ginda Burnama ST, Tengku Azwendi Fajri SE dan Ir Nofrizal MM.

Juga dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, beserta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekanbaru, Muhammad Jamil, para Asisten, Kepala OPD, Camat dan Forkopimda.

Dibanding tahun sebelumnya, APBD Kota Pekanbaru Tahun 2022 mengalami penurunan sekitar 1,17 Persen atau sebesar Rp30 Miliar.

Ketua DPRD Pekanbaru, Hamdani, mengatakan, penandatangan MoU KUA-PPAS itu telah melalui pembahasan oleh rekan-rekan komisi bersama
OPD-OPD secara marathon sebelum diserahkan ke Badan Anggaran (Banggar).

"Jadi, memang ada perubahan dari rancangan semula dari Pemko. Karena kemarin itu ada beberapa poin yang belum dimasukkan seperti Dana BOS
sebesar Rp170 Miliar. Namun, APBD Tahun 2022 itu tetap turun dari tahun sebelumnya," kata Hamdani.Setelah penandatangan MoU KUA-PPAS itu diharapkan bisa mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat berkaitan dengan target Pemko Pekanbaru.

"Tentu, kita (DPRD) siap bersinergi dan mendukung apa hal-hal yang mesti dilakukan oleh Pemko. Apalagi, mengingat ini dipenghujung masa terakhir
Firdaus-Ayat menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru," ucapnya.

Politisi PKS itu menyebut, penanganan covid-19 masih menjadi prioritas didalam APBD 2022. Menurutnya, penanganan  covid-19 yang dianggarkan
dalam anggaran murni 2022 dijadikan sebagai recovery baik itu secara medis atau secara ekonomi.

"Karena pandemi covid-19 belum selesai, kita harapkan perbaikan di dua hal yaitu kesehatan dan ekonomi ini harus dikuatkan. Disamping, kegiatan rutin dan wajib dari pemerintah," katanya mengakhiri.

Di waktu bersamaan, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, menyampaikan, APBD Kota Pekanbaru Tahun 2022 tetap difokuskan untuk penanganan covid-19.

Hal itu bertujuan agar Kota Pekanbaru bisa keluar dari krisis kesehatan hingga ekonomi masyarakat bisa kembali pulih dan bergerak.

"Selain kegiatan rutin, ya (tetap) penanganan covid-19. Karena, kita belum tahu pandemi ini sampai kapan selesainya," jawabnya.

Penurunan anggaran, jelas Firdaus, mengacu pada perkiraan pendapatan dan perkiraan transfer. 

"Dari dana yang ada itu tentu kita alokasikan dulu untuk gaji, biaya rutin operasional, kemudian kesejahteraan pegawai. Ya, walaupun itu tidak bisa full," sambungnya.

Wali kota menjelaskan, kegiatan pembangunan dinilai penting sebagai program yang mengarahkan pada pemulihan ekonomi masyarakat.

"Artinya, kita membangun Pekanbaru dengan kota tumbuh senantiasa setiap waktu dan ini juga harus menyesuaikan terutama dengan penyesuaian
tata ruang baru yang baru didapatkan tahun 2020 lalu.

Banyak perangkat-perangkat yang harus dilakukan dalam menyusun pembangunan dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah," pungkasnya. (Galeri).