TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

Ratusan Masyarakat Lumpuhkan Aktivitas Kantor Desa Tanjung Rambutan

Ratusan Masyarakat Lumpuhkan Aktivitas Kantor Desa Tanjung Rambutan

KAMPAR - Hari ini Sejumlah ratusan masyarakat Desa Tanjung Rambutan duduki Kantor Kepala Desa Tanjung Rambutan, Kecamatan Kampar serta mengakibatkan seluruh kegiatan di Kantor Desa lumpuh total, Kamis (23/12/2021).

Pantauan wartawan dilokasi, Aksi ini dimulai pukul 8:30 Wib, tampak juga diikuti oleh kalangan pemuda serta ibuk-ibuk.

Salah seorang tokoh muda Desa Tanjung Rambutan, Ruspandi (30) kepada media menyampaikan, bahwa mereka sepakat dengan seluruh prosesi serta juga telah menuntut keadilan.

“Kami hari ini melakukan aksi damai, kami juga telah mendapat rekomendasi dari Wakil Ketua DPRD untuk menunda pelantikan. Ternyata himbaun itu tidak di indahi oleh bupati kampar dan tetap melantik calon nomor urut 2, nyata - nyatanya seluruh prosesi masih disengketa seluruhnya. Sesuai pemberitahuan kami kemaren, kami akan tetap duduki kantor desa sampai sengketa ini diselesaikan, jadi ini merupakan tuntutan masyarakat,” pungkas Ruspandi.

Ia mengatakan, kegiatan ini akan dilakukan sampai sengketa diselesaikan dan mereka menegaskan agar bupati harus tanggung jawab atas keputusan yang telah diambil. 

Agar kegiatan pelayanan masyarakat desa tanjung rambutan berjalan dengan baik, mereka berharap diangkatnya Pj. Tetapi mereka menginginkan Pj dari pihak kabupaten, tidak dari Desa ataupun Kecamatan.

Kemudian Ruspandi mengatakan bahwa masyarakat disini hanya menduduki Kantor Desa.

“Disini kita hanya makan,minum, karna ini rumah kita bang, dan kami akan menjamin tidak akan adanya kerusakan apapun, kami tidak akan anarkis,” ucapnya.

Sementara itu, Mutiara (46) juga mengatakan bahwa mereka disini tidak menerima keputusan Bupati karna kami telah menang di perbup, jadi bupati harus bertanggung jawab tentang hal ini.

“Kami disini butuh keadilan, karna kami telah di zolimi,” ujarnya.

Tampak disekitar Kantor Desa, sejumlah TNI, kepolisian, Satpol PP dan keamanan lainnya bersiaga.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Rambutan melalui Kasi Perencanaan Desa Tanjung Rambutan, Herizal S.Hut kepada media berharap aksi untuk menduduki kantor kepala desa itu bukan solusi untuk menyelesaikan persoalan.

“Pada hari ini Aksi menduduki Kantor Desa ini bukan solusi terbaik, karena menduduki kantor desa bisa menghalangi pelayanan kepada masyarakat. Jika ada pihak yang merasa dirugikan silahkan melalui jalur hukum yang ada,” pungkas Heri.***