TERKINI
Netty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81

BPN Kampar Terus Himbau, Program PTSL Sertifikat Gratis Masih Dibuka Bagi Masyarakat

BPN Kampar Terus Himbau, Program PTSL Sertifikat Gratis Masih Dibuka Bagi Masyarakat
Foto Kepala Kantor BPN Kampar Sutrilwan SH.MH

KAMPAR - lenteranews.co, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kampar dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) masih terus dibuka hingga tahun 2025.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor (Kakan) BPN Kampar Sutrilwan, dikatakannya bahwa pada tahun 2021 sudah 26 Desa yang ditunjuk. Untuk pengurusan PTSL sudah ada petugas yang mendata ke setiap Desa-desa yang sudah di tunjuk.

"Ada 26 Desa yang kita tunjuk, yang jumlahnya tidak dibatasi, bagi masyarakat yang mengurus sudah ada petugas, dan bagi masyarakat yang antar langsung ke BPN pun bisa," ujar Kakan BPN Sutrilwan saat dikonfirmasi diruang kerjanya, senen (27/07/21).

Lebih lanjut, ditambahkannya, bahwa bagi masyarakat yang ingin mau mengurus jangka waktunya masih panjang hingga 2025, dimana kita juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat karena program ini hanya berlaku satu kali disetiap desa yang sudah di tunjuk.

"Kita menghimbau masyarakat, bagi desa yang sudah ditunjuk, tidak di peruntukan lagi untuk berikutnya, kemungkinan bisa berbayar, bagi desa yang sudah ditunjuk, kedepan tidak dapat lagi," ujar Sutrilwan lagi.

Dimana, lanjutnya, kalau bisa satu Desa kita habiskan semua, pada tahun ini ada 4500 target kita, yang mana terkumpul hanya 1200, tingkat animo masyarakat dalam mengurus sertifikat di kampar masih kurang.

"Pendaftaran tidak di pungut biaya (gratis), dan sampai bulan Desember 2021 masih di buka, dan juga tidak dibatasi jumlahnya," pungkas Sutrilwan.