TERKINI
Jalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 Persen

Camat Keluarkan Surat Perintah ke Desa Akibat Saluran Air Tertutup, Mardiyus Alami Kerugian

Camat Keluarkan Surat Perintah ke Desa Akibat Saluran Air Tertutup, Mardiyus Alami Kerugian
Rumah Warga Mardiyus Saat Air Banjir Masuk Kerumah dan Perabotan Rumah Rusak

KAMPAR - lenteranews.co, Menanggapi pengaduan warga, pemerintah Kecamatan Tambang mengeluarkan surat tindaklanjuti dari surat pengaduan Mardiyus warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Pengaduan warga Mardiyus ini sebelumnya sudah dialami lebih kurang 1 tahun lebih, dimana parit besar saluran air PU di Desa Sungai pinang diduga oknum warga menutupi saluran air tersebut, sehingga mengakibatkan banjir.

"Air tersebut juga membanjiri kebun sawit dan masuk kedalam kerumah, dan kolam ikan gagal panen karena lepas akibat banjir," ujar Mardiyus saat dikonfirmasi melalui Via selulernya, jumat (18/06/2021).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa akibat banjir tersebut, perabotan rumah mengalami banyak kerusakan, seperti sofa, lemari, dan juga hasil sawit menurun penghasilan.

"Kerugian sawit lebih kurang 3 juta satu kali panen perbulanya, dimana penghasilan perbulannya lebih kurang 3 Ton, sekarang lebih kurang 1,5 Ton perbulannya," tambah Mardiyus dengan kecewa.

Menanggapi hal tersebut, Camat Tambang Abukari sudah mengeluarkan surat tanggal 17 Juni 2021 dengan No 140/PEM/664 perihal laporan dan tindaklanjuti, Camat memerintahkan kepada Kepala Desa Sungai Pinang untuk melakukan peninjauan kelapangan, serta melakukan tindaklanjuti fasilitas terhadap laporan tersebut.

Foto Surat Laporan dan Tindaklanjuti Dari Kecamatan Tambang Kepada Kepala Desa Sungai Pinang

Hal ini dibenarkan Camat Tambang Abukari saat dikonfirmasi tertulis melalui pesan WhatsApp, pada jumat malam (18/06/2021). Saat diminta tanggapan dengan perihal tersebut, Ia mengatakan no comen dulu.

"No comen bau bang, ambo telusuri dulu, ambo klarifikasi ke Desa dulu, dan rencana ambo tinjau dulu," tutupnya.