TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Ternyata Ini yang Membuat Pahala Ramadhan Kita Rusak

Ternyata Ini yang Membuat Pahala Ramadhan Kita Rusak

Dari Sayyidina Abu Ubaidah ra berkata, "Aku mendengar Baginda Rasulullah SAW bersabda, puasa adalah perisai selama dia tidak memecahkannya." (HR Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dari kitab At-Targib).

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal mengatakan maksud perisai adalah pelindung diri dari musuh. Begitu pula orang yang berpuasa, yang melindungi diri dengan puasanya dari musuh, yaitu setan.

Dalam hadits-hadits lain diberitakan bahwa puasa dapat menyelamatkan pelakunya dari azab Allah SWT. Riwayat lain menyebutkan bahwa puasa dapat menjaga seseorang dari api neraka.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seseorang bertanya kepada Baginda Nabi SAW "Apakah yang menyebabkan puasa rusak?" Beliau menjawab, "Berdusta dan membicarakan keburukan orang."

Syekh Maulana Muhammad Zakaria mengatakan jika dihubungkan dengan hadits-hadits lain, kedua hadits di atas sebenarnya menekankan kepada kita agar menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan puasa menjadi sia-sia. Kini, kita senang menghabiskan waktu dengan omong kosong.

"Sebagian ulama berpendapat bahwa berbohong dan membicarakan keburukan orang lain adalah perkara yang membatalkan puasa sebagaimana makan dan minum," katanya.

Namun, sebagian besar ulama berpendapat bahwa hal itu hanya menghilangkan keberkahan puasa tetapi tidak membatalkannya. Tidak seorang ulama pun yang menentang pendapat ini (hilangnya keberkahan puasa).

Sumber: Republika.co.id
Tag berita