TERKINI
Buka Sosialisasi P4GN di SMA Negeri 1 Salo, Wabup Kampar, Misharti Ajak Pelajar Berani Tolak NarkobaTabligh Akbar Bersama Ustaz Hanan Attaki, Wabup Kampar Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan UkhuwahTerima Penghargaan Nasional BAZNAS Kampar, Wabup Misharti: Prestasi Ini Kebanggaan MasyarakatWabup Kampar, Misharti Serahkan Piala Bergilir, Juara Umum MTQ Ke-55 Dipertahankan Kecamatan KamparWabup Kampar, Misharti Dorong Pesantren di Kampar Cetak Generasi Qurani Menuju Indonesia Emas 2045Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab Rampung

Ternyata Ini yang Membuat Pahala Ramadhan Kita Rusak

Ternyata Ini yang Membuat Pahala Ramadhan Kita Rusak

Dari Sayyidina Abu Ubaidah ra berkata, "Aku mendengar Baginda Rasulullah SAW bersabda, puasa adalah perisai selama dia tidak memecahkannya." (HR Nasa'i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dari kitab At-Targib).

Syekh Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitab Fadhilah Amal mengatakan maksud perisai adalah pelindung diri dari musuh. Begitu pula orang yang berpuasa, yang melindungi diri dengan puasanya dari musuh, yaitu setan.

Dalam hadits-hadits lain diberitakan bahwa puasa dapat menyelamatkan pelakunya dari azab Allah SWT. Riwayat lain menyebutkan bahwa puasa dapat menjaga seseorang dari api neraka.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seseorang bertanya kepada Baginda Nabi SAW "Apakah yang menyebabkan puasa rusak?" Beliau menjawab, "Berdusta dan membicarakan keburukan orang."

Syekh Maulana Muhammad Zakaria mengatakan jika dihubungkan dengan hadits-hadits lain, kedua hadits di atas sebenarnya menekankan kepada kita agar menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan puasa menjadi sia-sia. Kini, kita senang menghabiskan waktu dengan omong kosong.

"Sebagian ulama berpendapat bahwa berbohong dan membicarakan keburukan orang lain adalah perkara yang membatalkan puasa sebagaimana makan dan minum," katanya.

Namun, sebagian besar ulama berpendapat bahwa hal itu hanya menghilangkan keberkahan puasa tetapi tidak membatalkannya. Tidak seorang ulama pun yang menentang pendapat ini (hilangnya keberkahan puasa).

Sumber: Republika.co.id
Tag berita