TERKINI
Kejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas RiauTim PBM LPPM Universitas Riau Akselerasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Kelompok Tani Guyup RukunDinilai Gagal, GMNI Bengkalis Minta Bupati Evaluasi TAPD dan Ketua TAPD MundurNetty Mindrayani Siap Jalankan Amanah sebagai Plt. Ketua JMSI KamparPerkuat Sinergi, Kalapas Kelas IIA Pekanbaru Jalin Koordinasi dengan BNN dan Pengadilan NegeriMenteri Imigrasi dan Imipas RI Berikan Arahan Virtual ke Kanwil Ditjenpas RiauJelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun Langsung

Cegah Bahaya Radikalisme dan Terorisme, Personel Satgas TMMD Sosialisasi Kepada Masyarakat

Cegah Bahaya Radikalisme dan Terorisme, Personel Satgas TMMD Sosialisasi Kepada Masyarakat

ROHUL – lenteranews.co, Satgas TMMD Ke-110 Kodim 0313/KPR Melaksanakan kegiatan non fisik dalam penyuluhan dan sosialisasi mengenai bahaya paham radikal dan terorisme kepada Masyarakat di Aula Desa Koto Ranah, Selasa (23/03/2021).

Kapten Inf M. Fadhil selaku perwira pengawas TMMD Ke- 110 mengatakan, bahwa kegiatan yang dilakukan Satgas TMMD Ke- 110 Kodim 0313/KPR adalah sebagai suatu upaya Konkrit dalam mencegah berkembangnya paham tersebut di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Rokan Hulu.

Menurutnya, dengan memahami tentang bahaya Radikal mengatas namakan agama harus ditangkal dengan cepat melapor ke aparat setempat. 

"Jika ada seseorang yang mencurigakan dengan mengajarkan paham-paham yang menyeleweng dari aturan pemerintah dan tidak sesuai dengan ideologi pancasila segera laporkan," tegas Kapten Inf M. Fadhil.

Lebih lanjut, Ia mengatakan, TMMD bukan hanya tentang membangun sarana prasarana fisik, namun juga harus memperhatikan Stabilitas keamanan di masyarakat. Tujuan utama dari pelaksanaan penyuluhan adalah memberikan pemahaman bagi masyarakat, tentang pentingnya melakukan pencegahan masuknya paham-paham radikalisme di kehidupan masyarakat sedini mungkin, ungkapnya.

"Sebab, paham radikalisme bertentangan dengan tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," tambahnya lagi.

Dandim juga berharap, agar seluruh warga meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan terhadap oknum atau orang asing yang masuk ke wilayah, sebagai tindakan deteksi dan pencegahan dini.

Ditambahkannya, Pencegahan bisa dilakukan dengan deteksi dini, contoh sederhananya adalah setiap orang yang baru masuk di suatu desa atau lingkungan pemukiman, harus melaksanakan wajib lapor kepada kepala lingkungan, ketua RT atau bahkan Lurah setempat.

Kepada masyarakat, diharapkan dapat bersinergi dengan aparat keamanan guna menciptakan rasa aman dan tertib kependudukan, Kita harus bersikap waspada terhadap orang yang masuk ke wilayah kita, mungkin saja memiliki kepentingan yang tidak baik, termasuk ada niatan untuk melakukan teror atau membawa pengaruh paham tertentu yang bersifat radikal, ungkapnya diakhir kegiatan.

Sumber: Pendim 0313/KPR