TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Hak Rakyat Atas Air Minum

Pemerintah Bertanggung Jawab Atas Hak Rakyat Atas Air Minum

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebutkan bahwa negera dalam hal ini pemerintah mempunyai tanggung jawab dalam menjamin pemenuhan hak rakyat atas air minum dan akses terhadap air minum. Sektor air minum memiliki fungsi sangat penting dalam mendukung pembangunan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikannya pada peresmian groundbreaking Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar Kapasitas 1.000 liter per detik di Hotel Pangeran Pekanbaru, Kamis (19/11/2020).

"Hal ini karena sektor air minum berkaitan erat terhadap kesehatan pola hidup kondisi lingkungan pemukiman dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Syamsuar mengungkapkan, air minum merupakan kebutuhan pokok bagi semua orang sehingga mempunyai peran vital terhadap kehidupan masyarakat. Semakin berkualitas air minum yang dikonsumsi maka akan semakin meningkat pula kualitas hidup masyarakatnya.

"Kita berharap sarana penyediaan air minum dari proyek ini sudah dapat dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat Kota Pekanbaru Selatan dan Kabupaten Kampar yang direncanakan pada tahun 2022 yang akan datang," ungkapnya.

Kemudian, karena hal tersebut tentunya penyusunan jadwal pekerjaan konstruksi dilakukan dengan baik dan dibangun sinergi antar stakeholder yang terlibat dalam proyek ini. Hal ini agar tentunya proyek besar ini mudah-mudahan dapat terwujud sesuai dengan rencana yang telah dipersiapakan dari perusahaan yang mengelola proyek saat ini.

Dijelaskannya, target air minum perpipaan tahun 2024 sebanyak 30 persen sedangkan untuk dimaklumi di Provinsi Riau akses air minum per pipaan baru 5,05 persen. Jadi masih berat tugas Pemda ini terkhusus kepada Walikota/Bupati mudahan-mudahan bisa tercapai 30 persen.

"Karena saat ini Pemprov Riau baru 5,05 persen, memang sekarang ada SPAM mikrolis yang sedang dibangun dan mudah-mudahan juga tahun 2022 sudah bisa diakses juga oleh masyarakat kita. Dan saat ini baru bisa diakses sebahagian penduduk yang ada di Kabupaten Rokan hilir dan tahun 2021 ini masih berlanjut pembangunannya," tutupnya.