TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Pemko akan Bentuk Tim Sosialisasi Omnibus Law

Pemko akan Bentuk Tim Sosialisasi Omnibus Law

 Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan membentuk tim khusus guna mensosialisasikan poin-poin penting yang dimuat di dalam Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pekanbaru Abdul Jamal menyebutkan, pembentukan tim khusus itu sesuai arahan Pemerintah Pusat yang bertujuan meredam gejolak penolakan yang terjadi sejak UU tersebut disahkan oleh DPR RI.

Disampaikannya, Pemerintah Pusat telah merumuskan tiga kategori kelompok yang menolak Omnibus Law. Pertama, kata Jamal, kelompok yang benar-benar tidak tahu dengan isi UU Cipta Kerja. "Jadi itu tugas kita mensosialisasikan," ucapnya, Rabu (14/10).

Kedua, kelompok yang mengetahui substansi dari UU Cipta Kerja namun tetap memaksakan 100 persen agar kehendaknya diterima. Padahal, 95 persen dari keinginan buruh sudah dikabulkan pemeritah melalui UU Cipta Kerja.

"Yang ketiga mereka yang tidak mau tahu dan menanfaatkan moment ini, yang penting demo. Kelompok ini yang agak payah memberikan pemahaman," ujar Jamal.

Untuk sosialisasi sendiri, pemerintah kota berencana akan terjun langsung hingga ke kampus-kampus. "Ya, wacana kita sampai ke kampus," tutup pria yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru ini.