TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Malam Ini, Konjungsi Merkurius-Spica dan Ekuinoks September Hiasi Langit Indonesia.

Malam Ini, Konjungsi Merkurius-Spica dan Ekuinoks September Hiasi Langit Indonesia.

Sembari menemani kejenuhan Anda, ada dua fenomena menarik di langit yang bisa Anda saksikan malam hari ini, Selasa (22/9/2020). Dua fenomena tersebut adalah konjungsi Merkurius- Spica dan Ekuinoks September 2020. Berikut penjelasan lebih rincinya.

1. Konjungsi Merkurius-Spica, pukul 18.26 WIB Dalam keterangan resmi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), konjungsi atau kesejajaran antara planet Merkurius dan Spica akan terjadi pada petang nanti di hari ini. Spica adalah bintang yang paling terang di antara bintang lainnya yang terletak di konstelasi Virgo. Spica digolongkan sebagai bintang variabel berganda. Baca juga: Mulai Malam Ini, Oposisi Neptunus Tampak di Langit Indonesia     Dalam sistem manzila Arab, Spica ini dikenal sebagai as-Simak. Sementara dalam sistem manzilah India, Spica disebut Caitra yang bermaka yang paling terang. Puncak konjungsi atau kesejajaran Merkurius-Spica menurut Lapan, akan terjadi pada pukul 18.26 WIB dengan sudut pisah 0,27 derajat. Bagi Anda yang penasaran dan ingin mengamatinya, bisa sekali dilakukan dengan mata telanjang atau tanpa bantuan alat optik. Namun, dengan catatan kondisi langit cerah, bebas dari polusi cahaya maupun bebas dari penghalang di sekitar medan pandang. Maka, Anda dapat mengamatinya di langit tepatnya arah Barat dengan ketinggian 10.7 derajat.
2. Ekuinoks September Astronom amatir Indonesia, Marufin Sudibyo menjelaskan bahwa (0º). "Persisnya, deklinasi matahari akan tepat bernilai nol pada pukul 20.41 WIB," kata Marufin kepada Kompas.com, Rabu (2/9/2020). Marufin berkata, dalam ekuinoks maka durasi siang yaitu sejak terbit hingga terbenamnya Matahari, akan sama panjang dengan durasi malam di seluruh penjuru Bumi. "Dan saat Matahari terbit di hari itu, ia akan terbit tepat di titik timur," ujarnya. Sebaliknya, saat terbenam maka akan tepat berada di titik barat.

 

Sumber: kompas.com