TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

Seribu Lebih Pasien Positif Covid-19 di Riau Jalani Isolasi Mandiri

Seribu Lebih Pasien Positif Covid-19 di Riau Jalani Isolasi Mandiri

 Sebanyak 1.383 pasien positif Covid-19 di Riau menjalani isolasi mandiri. Mereka adalah pasien yang bergejala ringan dan tidak bergejala. Pada umumnya pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala ini melakukan isolasi mandiri di rumah. Hanya sebagian kecil saja yang diisolasi di tempat khusus yang disiapkan oleh pemerintah daerah. 

Kondisi ini menjadi perhatian serius Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, sebab mereka tidak bisa diawasi 24 jam oleh petugas. Jika tidak disiplin, bisa saja pasien ini menukarkan ke anggota keluarganya yang lain. Sehingga muncul lah kluster keluarga seperti yang dikhawatirkan oleh banyak kalangan.

"Ini menjadi persoalan memang, oleh karena itu kita harus menyelesaikan persoalan isolasi mandiri bagi pasien positif covid 19 gejala ringan secepatnya, kalau terpencar tidak akan selesai kasus ini," katanya, Selasa (15/9/2020). 

Menurutnya, pengawasan serta pengawalan akan sulit jika pasien positif covid-19 melakukan isolasi mandiri dirumah, tim medis pun akan kewalahan jika harus mengunjungi rumahw pasien satu persatu.

"Dinas kesehatan harus segera menetapkan lokasi yang layak untuk pasien isolasi mandiri ini, agar bisa pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah untuk dijemput lalu dirawat di isolasi mandiri yang telah disediakan pemerintah," ujarnya.