TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Seribu Lebih Pasien Positif Covid-19 di Riau Jalani Isolasi Mandiri

Seribu Lebih Pasien Positif Covid-19 di Riau Jalani Isolasi Mandiri

 Sebanyak 1.383 pasien positif Covid-19 di Riau menjalani isolasi mandiri. Mereka adalah pasien yang bergejala ringan dan tidak bergejala. Pada umumnya pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala ini melakukan isolasi mandiri di rumah. Hanya sebagian kecil saja yang diisolasi di tempat khusus yang disiapkan oleh pemerintah daerah. 

Kondisi ini menjadi perhatian serius Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, sebab mereka tidak bisa diawasi 24 jam oleh petugas. Jika tidak disiplin, bisa saja pasien ini menukarkan ke anggota keluarganya yang lain. Sehingga muncul lah kluster keluarga seperti yang dikhawatirkan oleh banyak kalangan.

"Ini menjadi persoalan memang, oleh karena itu kita harus menyelesaikan persoalan isolasi mandiri bagi pasien positif covid 19 gejala ringan secepatnya, kalau terpencar tidak akan selesai kasus ini," katanya, Selasa (15/9/2020). 

Menurutnya, pengawasan serta pengawalan akan sulit jika pasien positif covid-19 melakukan isolasi mandiri dirumah, tim medis pun akan kewalahan jika harus mengunjungi rumahw pasien satu persatu.

"Dinas kesehatan harus segera menetapkan lokasi yang layak untuk pasien isolasi mandiri ini, agar bisa pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah untuk dijemput lalu dirawat di isolasi mandiri yang telah disediakan pemerintah," ujarnya.