TERKINI
HUT Riau ke-69, PT Arara Abadi Salurkan Beasiswa bagi 40 Pelajar-Mahasiswa Suku SakaiPencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani Lokal

Triwulan III, UPT PKB Dishub Pekanbaru Capai Rp. 3 Miliar

Triwulan III, UPT PKB Dishub  Pekanbaru Capai  Rp. 3 Miliar
Kepala UPT PKB Dishub Pekanbaru Muhammad Nasri

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Unit Pelaksana Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (UPT PKB Dishub) Pekanbaru, sebesar Rp6 miliar pada Tahun 2020.

Kepala UPT PKB Dishub Pekanbaru Muhammad Nasri, M.Si mengungkapkan, meski kondisi saat ini ditengah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian lesu, namun ia mengaku optimis mengejar target PAD yang telah ditetapkan Pemko Pekanbaru. 

"Tahun ini target kami Rp6 miliar. Kami optimistis bisa mengejar target tersebut," terang Nasri, Rabu (2/9). 

Menurutnya, hingga triwulan III tahun 2020 ini pihaknya telah berhasil meraup PAD dari retribusi uji kendaraan angkutan umum dan barang mencapai separuh dari target, yakni Rp3 miliar. 

Apalagi saat ini bukti lulus uji kendaraan yang sebelumnya menggunakan buku KIR, kini telah diganti menggunakan smart card yang diberi nama Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe). 

"Hal ini juga dapat mengantisipasi kebocoran PAD, karena identitas kendaraan langsung terkoneksi ke pusat, Kementrian Perhubungan," pungkasnya. 

Ia juga mengimbau kepada pengusaha angkutan umum dan barang, agar tertib dalam melakukan uji kendaraannya secara berkala dalam enam bulan sekali. 

"Agar kendaraan yang digunakan dapat dipastikan layak jalan dan aman saat dikendarai," tutupnya.

Sumber: rls