TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Pemkab Siak tambah penerima bansos COVID-19 jadi 18 ribu KK

Pemkab Siak tambah penerima bansos COVID-19 jadi 18 ribu KK

SIAK. Superriau.Com - Pemerintah Kabupaten Siak menambah jumlah penerima bantuan sembilan bahan pokok COVID-19 dari anggaran pendapatan dan belanja daerah dan penambahan dari bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Riau menjadi 18 ribu kepala keluarga.

" Kita sudah evaluasi, pengecekan, verifikasi data sembakotahap pertama, ada yang tercecer dan banyak yang belum dapat. Jadidiusulkan perbaikan dari 16.808 menjadi 18 ribu KK," kata Bupati Siak, Alfredridi Siak, Rabu. Maka dari itu, dirinya menugaskan inspektorat dan dinas sosial untuk melakukan cek ulang ke lapangan. Hal ini guna bantuan pada tahap kedua sudah bisa memenuhi kriteria dan tidak ada tidak terakomodir.

Sementara untuk penyaluran bantuan keuangan dari provinsi rencananya akan disalurkan dengan Bank Riau Kepri. Total keseluruhan lanjutnya sekitar Rp19 miliar dan sudah ada surat keputusannya serta harus sudah input awal bulan depan. " Kita lakukan percepatan supaya bisa mulai disalurkan bantuan sosialnya, tapi perbaikan data dulu," imbuhnya.

Terkait meningkatnya eskalasi kasus COVID-19 di Siak menegaskan kembali agar gugus tugas mengingatkan Tim pembinaan. Itu terkait pemberlakuan protokol kesehatan. " Ini sudah ada instruksi presiden, yang diberikan kearifan lokal. Jadi sanksi tidak menggunakan masker dikembalikan kepada daerah sesuai kearifan lokal seperti yang di Jawa Barat," ungkapnya.

Kemudian kepada Organisasi Perangkat Daerah juga agar mengetatkan protokol kesehatan terkait sudah adanya aparatur sipil negara yang positif COVID-19. Seperti mengecek kesehatan dari tamu yang masuk.