TERKINI
Meriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis Disbunnak Keswan Kampar Sosialisasikan Syarat Pengajuan PSR ke Koperasi dan Kelompok TaniKapolres Dumai dan Kejari Perkuat Sinergitas, Wujudkan Penegakan Hukum Profesional dan Berkeadilan

Persaingan Oppo dan Samsung Semakin Memanas Menentukan Penguasa Pasar Ponsel

Persaingan Oppo dan Samsung Semakin Memanas Menentukan Penguasa Pasar Ponsel

HatamiNews, Tekno - Pertengkaran antara Oppo dan Samsung yang masing-masing mengklaim sebagai penguasa Pasar ponsel Indonesia di kuartal kedua 2019 semakin panas saja.

Setelah Samsung membantah klaim Oppo pada pekan ini, giliran merek asal China itu yang menyerang balik. PR Manager Oppo Indonesia Aryo Meidianto, di Jakarta, Kamis (22/8/2019), meminta Samsung membuka data penjualannya di Tanah Air.

 

"Data publiknya ada enggak? Data publiknya ada baru kita rilis," kata Aryo.

 

Yang dimaksud Aryo adalah data dari perusahaan riset Canalys yang dirilis awal bulan ini. Dalam laporan itu disebutkan Oppo menguasai 26 persen pasar ponsel Indonesia, sementara Samsung berada di urutan kedua dengan pangsa pasar 24 persen.

 

"Harus ada data publik. Publik harus bisa lihat,” imbuh Aryo.

 

Samsung sendiri, Rabu (21/8/2019), meragukan hasil riset Canalys. Produsen ponsel terbesar dunia itu mengklaim menguasai separuh pasar ponsel di Tanah Air. Klaim itu diutarakan Samsung mengutip hasil survei perusahaan riset Gfk.

 

Terkait komentar Samsung yang meragukan kredibilitas Canalys, Aryo punya jawaban sendiri.


“Canalys, dia bukan perusahaan ecek-ecek. Tapi yang jelas kita bisa lihat dari situ bahwa persentase Oppo bisa lebih besar. Saya sih tidak mau ngomong komentari perusahaan lain,” pungkas Aryo. (red)