TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Forikan Siak Latih Kaum Ibu di Kandis dan Minas Mengolah Pangan Berbahan Ikan

Forikan Siak Latih Kaum Ibu di Kandis dan Minas Mengolah Pangan Berbahan Ikan

SIAK. Superriau.Com - Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Siak terus mendukung pemerintah melalui kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mencegah stunting. 

Bertempat di aula Kelurahan Telaga Sam-Sam Kec Kandis, Senin (6/7/2020) Forikan Kabupaten Siak menggelar kegiatan Pelatihan pengolahan makanan tambahan makan berbahan ikan lokal bagi ibu hamil dan ibu balita serta keluarga dalam rangka pencegahan stunting. Kegiatan ini bekerjasama dengan PT Bumi Siak Pusako untuk 14 Kecamatan. 

Ketua Forikan Kabupaten Siak Rasidah Alfedri mengatakan, Kegiatan pembinaan pembuatan makanan tambahan berbahan ikan lokal bagi ibu-ibu hamil dan ibu balita kerjasama Forikan dengan PT BSP melalui program CSR nya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah ikan lokal demi pemenuhan gizi anggota keluarga.

"Hari pertama ini  kami turun di kecamatan Kandis dan Minas, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah ikan lokal demi pemenuhan gizi anggota keluarga dan sekaligus untuk pencegahan stunting" ucap Rasidah. 

Ia katakan, melalui pengolahan makanan berbahan pangan lokal tersebut, diharapkan dapat memenuhi ketercukupan gizi yang dibutuhkan anggota keluarga, dan pertumbuhan anak-anak juga dapat lebih baik dan berkualitas.  

Namun lanjut Rasidah, karena dimasa pandemi Covid19  kegiatan pelatihan ini di ikuti oleh ibu-ibu Penghulu, ibu kader PKK Kampung dan Kelurahan, se kecamatan Kandis dan Minas. Rasidah pun senang kegiatan  di dua kecamatan itu sudah memenuhi protokol covid kesehatan. 

Istri Bupati Siak pun tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran ibu-ibu dan khususnya untuk pihak PT BSP yang sudah banyak membantu. 

Dalam kesempatan itu Forikan Kab Siak  membawa narasumber dari Lantai II Resto asal Gresik Fitra Nugraha.Fitra Nugraha mengatakan bahwa tingkat kecerdasan dan etos kerja yang tinggi masyarakat Jepang dipengaruhi dengan banyak mongonsumsi ikan.

Kemudian kata dia, dalam mengolah ikan agar tidak terlalu matang khususnya digoreng atau direbus, karena akan mengurangi kualitas kandungan gizi dan mineral dalam ikan itu. Meski demikian, ia tidak menyarankan mengonsumsi makanan atau memasak masih dalam kondisi mentah.

"Masak ikan baik itu digoreng maupun direbus jangan sampai terlalu lama atau terlalu matang karena itu bisa menghilangkan kandungan gizinya" kata Fitra 

Chef asal Gresik  itu menambahkan, jika ingin mengganti penyedap masakan, bisa menggunakan ebi kering yang sudah dijadikan bubuk dan minyak wijen bisa menghilangkan bau amis pada ikan.  Menu ikan yang diolah oleh chef Fitra adalah Tuna steak sambal mata dan Dim Dum Hakaw ikan Tenggiri. 

Diujung acara ibu-ibu yang hadir diberi  pertanyaan seputar pengolahan masakan yang di berikan oleh chef Fitra. Ibu-ibu yang mampu menjawab pertanyaan diberikan minyak goreng, tepung dan gula pasir.