TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Pengawasan Hewan Qurban Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 Mulai Dilakukan Disbunnak Keswan Kampar

Pengawasan Hewan Qurban Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026 Mulai Dilakukan Disbunnak Keswan Kampar

KAMPAR – Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar mulai mempersiapkan pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Sebanyak 1.063 titik pemotongan hewan Qurban di 21 kecamatan akan menjadi sasaran pengawasan tim petugas.

Pelaksana Harian (Plh) Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disbunnak Kampar, Azto, S.Pt mengatakan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk melakukan pengawasan hewan kurban tahun 2026.

Menurutnya, H-7 sebelum Hari Raya Iduladha, petugas pengawasan sudah mulai turun ke lapangan untuk melakukan monitoring terhadap pedagang dan pengumpul hewan kurban.

“Biasanya data pedagang hewan kurban sudah ada di Disbunnak, sehingga memudahkan petugas melakukan pengawasan,” ujar Azto di Bangkinang, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara klinis dengan memperhatikan kondisi fisik hewan, seperti pemeriksaan mulut dan kuku guna memastikan hewan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Selain itu, petugas juga memastikan hewan kurban telah memenuhi syarat umur. Pemeriksaan dilakukan melalui susunan gigi hewan.

“Jika sudah berganti dua gigi seri atas, maka hewan tersebut sudah layak dijadikan hewan kurban,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Disbunnak Keswan Kampar juga akan menelusuri asal hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kelayakannya sebelum dipotong.
Dalam proses pengawasan, Disbunnak akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem terhadap hewan kurban. 

Pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum penyembelihan, sedangkan post mortem dilakukan setelah hewan dipotong untuk memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.

Untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan tersebut, Disbunnak Keswan Kampar akan bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Riau Wilayah Kampar dengan melibatkan sekitar 20 orang petugas.

“PDHI Cabang Riau wilayah Kampar nantinya akan memeriksa hewan kurban sesuai wilayah domisili masing-masing dan hasilnya tetap dilaporkan ke Disbunnak Keswan Kampar,” tambah Azto.

Disbunnak Keswan Kampar juga mengimbau panitia dan penyelenggara kurban tahun 2026 agar lebih memperhatikan jenis hewan yang akan disembelih.

Azto menyarankan agar hewan kurban yang disembelih berjenis kelamin jantan, karena hewan betina masih produktif untuk dijadikan indukan dalam pengembangbiakan ternak.

“Ini penting untuk menjaga keberlangsungan populasi ternak, karena hewan betina masih sangat dibutuhkan untuk perkembangbiakan,” tutupnya.