TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Pimpin Apel Pagi, Bupati Kampar Beberkan Wacana Kerja WFH Bagi ASN Belum Menjadi Keputusan Final

Pimpin Apel Pagi, Bupati Kampar Beberkan Wacana Kerja WFH Bagi ASN Belum Menjadi Keputusan Final

KAMPAR — Wacana penerapan sistem kerja Work From Home (WFH) bagi ASN hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.

Hal itu di beberkan Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, saat memimpin apel gabungan di Lapangan Kantor Bupati yang diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Senin (06/04/26).

Kegiatan juga menjadi momentum untuk menyampaikan sejumlah arahan penting terkait kinerja pemerintahan.

“WFH ini masih kita kaji secara matang. Belum ada keputusan resmi yang ditetapkan, karena kita harus mempertimbangkan berbagai aspek, terutama terkait pelayanan kepada masyarakat,” kata Bupati Kampar, Ahmad Yuzar dalam amanatnya saat memimpin Apel upacara tersebut.

Ia mengingatkan bahwa apabila kebijakan WFH nantinya diberlakukan, seluruh perangkat daerah harus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa hambatan. 

Menurutnya, kualitas pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun meskipun sistem kerja mengalami penyesuaian.

“Jika WFH diberlakukan, saya minta seluruh OPD benar-benar mengatur sistem kerja dengan baik. Jangan sampai masyarakat dirugikan. Pelayanan publik harus tetap lancar, cepat, dan responsif,” tegasnya.

Yuzar juga mengajak seluruh ASN untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan kinerja, serta beradaptasi dengan berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah.

Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Kampar.

"Apel gabungan ini diharapkan menjadi sarana memperkuat koordinasi dan sinergi antar perangkat daerah dalam menjalankan roda pemerintahan yang efektif dan efisien," pungkasnya.(Adv)