TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Kunker DPR RI Pengawasan BUMD dan Perbankan, Sekda Kampar: Perkuat Kebijakan Arah Ekonomi Daerah

Kunker DPR RI Pengawasan BUMD dan Perbankan, Sekda Kampar: Perkuat Kebijakan Arah Ekonomi Daerah

PEKANBARU - Kunjungan Kerja Spesifik Komisi ll DPRD RI, Taufan Pawe di Riau dalam rangka pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Perbankan Daerah di hadiri Bupati Kampar, Ahmad Yuzar yang diwakili Pj Sekda, Ardi Mardiansyah dengan didampingi Kabag Ekonomi, Purwoko yang digelar di Menara Dang Merdu BRKS Pekanbaru, Kamis (02/04/26).

Pada forum penting itu, membahas upaya penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi kinerja BUMD serta peran perbankan daerah dalam mendukung pembangunan.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menjadi pembicara utama menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan sektor perbankan dalam menciptakan kemandirian fiskal daerah.

Ia menyampaikan bahwa potensi ekonomi daerah harus terus digali dan dikelola secara profesional agar mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, memberikan catatan kritis sekaligus menawarkan solusi dari sisi regulasi.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh terus-menerus terjebak dalam zona nyaman ketergantungan terhadap dana transfer pusat.

Ia mendorong agar daerah berani melakukan inovasi kebijakan serta memperkuat peran BUMD sebagai instrumen penggerak ekonomi lokal.

“Daerah harus memiliki keberanian untuk mandiri, dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. BUMD dan perbankan daerah harus menjadi lokomotif dalam meningkatkan PAD,” tegasnya.

Pj Sekda Kampar, Ardi Mardiansyah, menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam forum ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi daerah.

Ia menekankan komitmen Pemkab Kampar dalam meningkatkan kinerja BUMD melalui tata kelola yang lebih transparan, akuntabel, dan profesional.

Pertemuan ini juga diisi dengan diskusi interaktif antara Komisi II DPR RI dan para perwakilan pemerintah daerah se-Provinsi Riau, yang menyampaikan berbagai tantangan serta peluang dalam pengelolaan BUMD dan peningkatan PAD.

"Melalui kunjungan kerja spesifik ini, diharapkan lahir rekomendasi kebijakan yang konkret dan aplikatif, sehingga BUMD dan perbankan daerah mampu berkontribusi lebih besar dalam memperkuat kemandirian fiskal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah," pungkasnya. (Adv)