TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

Warga Keluhkan Proyek Box Cover Jalan Matoa Genangan Air Masih Terjadi Saat Hujan

Warga Keluhkan Proyek Box Cover Jalan Matoa Genangan Air Masih Terjadi Saat Hujan

Rokan Hulu – Proyek pembangunan box cover yang berlokasi di Jalan Matoa, Kelurahan Ujung Batu, Kabupaten Rohul tepatnya di ruas jalan yang melintasi Hotel Harka dan Cafe Anaqie—menuai keluhan dari warga. Pasalnya, proyek yang dibangun pada tahun 2025 tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut.
‎
‎Pantauan di lapangan pada Kamis malam, 8 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, menunjukkan genangan air masih terjadi setiap kali hujan turun. Air hujan belum tertampung dan tidak mengalir dengan baik, sehingga menyebabkan kebanjiran di sekitar lokasi proyek. Kondisi ini bertolak belakang dengan tujuan awal pembangunan box cover yang seharusnya mengurangi genangan air.
‎
‎Sekretaris Jenderal Pemuda Pancasila PAC Ujung Batu, Nora, menyampaikan bahwa genangan air justru semakin parah setelah proyek tersebut selesai dikerjakan. Menurutnya, aliran air tidak mengalir ke bagian bawah sebagaimana mestinya, melainkan tertahan di area box cover.
‎
‎“Akibat aliran air yang tidak lancar, terjadi genangan yang cukup lama dan menimbulkan tumpukan pasir di dalam box cover. Air yang menggenang menjadi kotor dan berpotensi menimbulkan dampak penyakit,” ujar Nora, Kamis (8/1/2026).
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa genangan air tersebut berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, termasuk nyamuk penyebab malaria dan penyakit lainnya, yang tentu membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.
‎
‎Atas kondisi tersebut, Nora mendesak pihak pelaksana proyek serta dinas terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh.
‎
‎Ia menegaskan bahwa proyek yang seharusnya menjadi solusi penanganan banjir, justru kini menjadi sumber masalah baru bagi warga.
‎
‎“Jika proyek ini belum dilakukan serah terima, maka pihak pelaksana wajib melakukan perbaikan. Jangan sampai anggaran negara digunakan, tetapi hasilnya tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

‎Warga Ujung Batu berharap perbaikan dapat dilakukan sesegera mungkin agar proyek box cover tersebut benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya dan memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.[team]