TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Warga Keluhkan Proyek Box Cover Jalan Matoa Genangan Air Masih Terjadi Saat Hujan

Warga Keluhkan Proyek Box Cover Jalan Matoa Genangan Air Masih Terjadi Saat Hujan

Rokan Hulu – Proyek pembangunan box cover yang berlokasi di Jalan Matoa, Kelurahan Ujung Batu, Kabupaten Rohul tepatnya di ruas jalan yang melintasi Hotel Harka dan Cafe Anaqie—menuai keluhan dari warga. Pasalnya, proyek yang dibangun pada tahun 2025 tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan banjir di kawasan tersebut.

‎Pantauan di lapangan pada Kamis malam, 8 Januari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB, menunjukkan genangan air masih terjadi setiap kali hujan turun. Air hujan belum tertampung dan tidak mengalir dengan baik, sehingga menyebabkan kebanjiran di sekitar lokasi proyek. Kondisi ini bertolak belakang dengan tujuan awal pembangunan box cover yang seharusnya mengurangi genangan air.

‎Sekretaris Jenderal Pemuda Pancasila PAC Ujung Batu, Nora, menyampaikan bahwa genangan air justru semakin parah setelah proyek tersebut selesai dikerjakan. Menurutnya, aliran air tidak mengalir ke bagian bawah sebagaimana mestinya, melainkan tertahan di area box cover.

‎“Akibat aliran air yang tidak lancar, terjadi genangan yang cukup lama dan menimbulkan tumpukan pasir di dalam box cover. Air yang menggenang menjadi kotor dan berpotensi menimbulkan dampak penyakit,” ujar Nora, Kamis (8/1/2026).

‎Ia juga mengingatkan bahwa genangan air tersebut berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, termasuk nyamuk penyebab malaria dan penyakit lainnya, yang tentu membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.

‎Atas kondisi tersebut, Nora mendesak pihak pelaksana proyek serta dinas terkait untuk segera turun ke lapangan guna melakukan pengecekan dan evaluasi menyeluruh.

‎Ia menegaskan bahwa proyek yang seharusnya menjadi solusi penanganan banjir, justru kini menjadi sumber masalah baru bagi warga.

‎“Jika proyek ini belum dilakukan serah terima, maka pihak pelaksana wajib melakukan perbaikan. Jangan sampai anggaran negara digunakan, tetapi hasilnya tidak memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

‎Warga Ujung Batu berharap perbaikan dapat dilakukan sesegera mungkin agar proyek box cover tersebut benar-benar berfungsi sebagaimana mestinya dan memberikan manfaat nyata, khususnya dalam mengatasi persoalan banjir di wilayah Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu.[team]