TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Tak Ada Perubahan, DPC GMNI Bengkalis Tagih Janji Kadishub Bengkalis

Tak Ada Perubahan, DPC GMNI Bengkalis Tagih Janji Kadishub Bengkalis

BENGKALIS – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bengkalis kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis. Hal ini menyusul belum terealisasinya sejumlah janji yang sebelumnya disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis terkait dengan permasalahan Roro di kabupaten bengkalis, (5/10/25).

Sekretaris DPC GMNI Bengkalis, Asrul Sahputra , menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan waktu dan ruang kepada Dishub untuk membuktikan komitmennya, namun hingga kini belum terlihat adanya perubahan signifikan di lapangan, dan pada tanggal 5 Oktober 2025 terjadi lagi penumpukan antrian.

"Kami merasa dibohongi. Janji-janji manis yang dulu disampaikan Kadishub Bengkalis pasca aksi demonstrasi dan saat audiensi, hingga saat ini ternyata belum terealisasi dengan baik. kemarin pada tanggal 5 Oktober penumpukan antrian terjadi lagi karna kapal yang ber operasi hanya 2 " ujar Asrul Sahputra.

Menurut GMNI, beberapa poin penting yang dijanjikan oleh Kadishub antara lain peningkatan fasilitas roro,perbaikan manajemen antrian dan peng oprasian kapal masih belum terlaksana dengan baik.

GMNI juga menilai Dishub kurang responsif terhadap keluhan masyarakat, khususnya mahasiswa, yang kerap kali dirugikan akibat buruknya pengelolaan transportasi Roro tersebut.

Sebagai bentuk kekecewaan, GMNI mengancam akan menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat untuk menagih janji Kadishub Bengkalis.

"Kami akan terus mengawal isu ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret, kami siap turun ke jalan. Kami tidak ingin janji itu hanya menjadi angin lalu karna Kadishub telah berjanji dalam 1 bulan akan menyelesaikan permasalahan tersebut dan siap mengundurkan diri apabila tidak terealisasi," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan Bengkalis belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan GMNI. (Rhmt)