TERKINI
Rayakan Usia ke-56 dengan Karya, Wabup Kampar, Misharti Luncurkan Buku Berjudul Tenun AkarPenandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu Senin

Tak Ada Perubahan, DPC GMNI Bengkalis Tagih Janji Kadishub Bengkalis

Tak Ada Perubahan, DPC GMNI Bengkalis Tagih Janji Kadishub Bengkalis

BENGKALIS – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Bengkalis kembali menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis. Hal ini menyusul belum terealisasinya sejumlah janji yang sebelumnya disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis terkait dengan permasalahan Roro di kabupaten bengkalis, (5/10/25).

Sekretaris DPC GMNI Bengkalis, Asrul Sahputra , menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan waktu dan ruang kepada Dishub untuk membuktikan komitmennya, namun hingga kini belum terlihat adanya perubahan signifikan di lapangan, dan pada tanggal 5 Oktober 2025 terjadi lagi penumpukan antrian.

"Kami merasa dibohongi. Janji-janji manis yang dulu disampaikan Kadishub Bengkalis pasca aksi demonstrasi dan saat audiensi, hingga saat ini ternyata belum terealisasi dengan baik. kemarin pada tanggal 5 Oktober penumpukan antrian terjadi lagi karna kapal yang ber operasi hanya 2 " ujar Asrul Sahputra.

Menurut GMNI, beberapa poin penting yang dijanjikan oleh Kadishub antara lain peningkatan fasilitas roro,perbaikan manajemen antrian dan peng oprasian kapal masih belum terlaksana dengan baik.

GMNI juga menilai Dishub kurang responsif terhadap keluhan masyarakat, khususnya mahasiswa, yang kerap kali dirugikan akibat buruknya pengelolaan transportasi Roro tersebut.

Sebagai bentuk kekecewaan, GMNI mengancam akan menggelar aksi lanjutan dalam waktu dekat untuk menagih janji Kadishub Bengkalis.

"Kami akan terus mengawal isu ini. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan konkret, kami siap turun ke jalan. Kami tidak ingin janji itu hanya menjadi angin lalu karna Kadishub telah berjanji dalam 1 bulan akan menyelesaikan permasalahan tersebut dan siap mengundurkan diri apabila tidak terealisasi," tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan Bengkalis belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan GMNI. (Rhmt)