TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Inperalis-P: Roro Bengkalis Bukan Hanya Butuh Perbaikan Manajemen, Tapi Juga Penertiban Oknum Nakal

Inperalis-P: Roro Bengkalis Bukan Hanya Butuh Perbaikan Manajemen, Tapi Juga Penertiban Oknum Nakal

BENGKALIS - Kondisi penyeberangan kapal Roro di Kabupaten Bengkalis semakin memprihatinkan pasca aksi demonstrasi yang dilakukan aliansi mahasiswa Bengkalis beberapa waktu lalu. Alih-alih membaik, situasi di lapangan justru semakin semrawut dengan antrean panjang kendaraan serta adanya oknum pengguna jasa yang melakukan aksi menerobos jalur, (13/9/25).

Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kecamatan Bengkalis, Nur Fajri Hermawan, menyampaikan pernyataan sikapnya terkait permasalahan tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan penyeberangan Roro tidak hanya sebatas perbaikan manajemen, tetapi juga menyangkut perilaku oknum yang tidak disiplin dalam mengikuti aturan antrean.

“Bukan hanya manajemennya saja yang harus diperbaiki, tetapi oknum-oknum yang sering menerobos antrean juga harus ditertibkan. Jika hal ini dibiarkan, maka akan memicu kemarahan masyarakat dan menimbulkan keresahan di lapangan,” ungkap Fajri.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kekacauan dalam sistem penyeberangan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan berdampak langsung terhadap perekonomian daerah.

 “Kondisi penyeberangan yang tidak tertib akan berimbas pada keterlambatan distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Hal ini tentu berdampak pada roda perekonomian Bengkalis yang sangat bergantung pada akses penyeberangan kapal Roro,” tambahnya.

Fajri menekankan perlunya langkah tegas dari pihak pengelola, aparat terkait, dan pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan menyeluruh. Selain memperbaiki sistem manajemen, juga diperlukan pengawasan serta penindakan terhadap setiap pelanggaran yang terjadi.

Pernyataan ini menjadi bentuk keprihatinan sekaligus dorongan agar semua pihak bersinergi dalam mencari solusi terbaik demi kelancaran penyeberangan dan stabilitas ekonomi masyarakat Bengkalis. (Rhmt)