TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Riau Tidak Masuk Dalam RKP Kemenhub,Syahrul "Ultimatum" Menhub

Riau Tidak Masuk Dalam RKP Kemenhub,Syahrul "Ultimatum" Menhub

 Jakarta-superriau. DPR RI Dapil Riau 2, Syahrul Aidi Maazat, mengaku sangat kecewa dengan Kementrian Perhubungan yang tidak menjadikan Provinsi Riau sebagai daerah strategis pembangunan tahun 2021. 

 

Padahal, kontribusi Riau untuk negara ini sangat besar, namun nyatanya itu tidak bisa menjadikan Riau sebagai daeeah yang diperhitungkan untuk kepentingan nasional. 

 

Hal itu terungkap dalam rapat komisi V DPR RI dengan Kementerian Perhubungan. Politisi PKS ini tidak menemukan satu katapun yang memasukkan Riau dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kemenhub untuk tahun anggaran 2021.

 

"Saya ingin sampaikan ke pak menteri, ternyata Riau ini tidak menjadi perhatian bagi Kementerian Perhubungan. Kontribusi Riau untuk Indonesia cukup besar. Tetapi nyatanya dalam RKP dan RKA ini saya tidak menemukan kata Riau. Tidak ada program strategis di Riau dari Kementerian Perhubungan. Hanya bersifat reguler saja," kata mantan anggota DPRD Kampar ini, Rabu, 24 Juni 2020 di depan Menteri Perhubungan.

 

Syahrul menjelaskan, ada beberapa program strategis yang dapat diakomodir oleh Kemenhub untuk kepentingan Riau. Program strategis ini dia yakini akan menunjang pembangunan nasional di wilayah barat Indonesia. 

 

"Potensi wisata di Riau tidak kalah bagus dan baik. Di antaranya adalah wisata Bono di Pelalawan. Bono itu hanya ada dua di Dunia ini. Bupati Pelalawan telah mengajukan pembangunan pelabuhan Sokoi yang akan menguhubungkan Pelalawan dengan Batam dan Singapura." terang Syahrul Aidi. 

 

Kemudian, dia menyampaikan peningkatan kapasitas pelabuhan Dumai-Melaka. Dimana diketahui, bahwa ada rencana pemerintah untuk membangun jalan tol dari Melaka menuju Dumai ke depannya. 

 

Peningkatan ini penting untk mendorong keinginan masyarakat Asia Tenggara untuk berkunjung lewat jalur darat melalui jalur Dumai-Melaka. 

 

Dia juga menyebut bahwa Kota Pekanbaru dari dulu telah menjadi magnet pembangunan di Sumatera. Pemko Pekanbaru telah menyediakan tanah untuk membangun terminal barang. 

 

"Relokasi bandara Sultan Syarif Kasim II, bandara ini saat ini berada di tengah kota dan bergabung dengan angkatan udara. Permintaan Gubernur Riau dan masyarakat Riau agar bandara SSK ini direlokasi. Dan Kemenhub pernah melakukan kajian. Dan saya tidak melihat disini ada di rencana di 2021. Tahapan perencananaan pun tidak," tegasnya. 

 

Embarkasi haji juga jadi issue pembangunan yang disampaikan oleh Syahrul Aidi ke Menhub. Dia meminta keberangkatan haji itu tidak perlu melewati Batam, tapi langsung dari Riau ke Mekkah. Dia meminta Bandara ditambah kapasitasnya. 

 

"Saya berharap kepada pak Menteri beserta jajarannya agar dapat memperhatikan dan mempertimbangkan keberadaan saya di Komisi V untuk bisa ditampung aspirasinya," tutupnya.(pr)