TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Demo Tuntut Lahan 1.500 Hektar Dibatalkan Ratusan Personel Polisi Tetap Lakukan Pengamanan di Lokasi

Demo Tuntut Lahan 1.500 Hektar Dibatalkan Ratusan Personel Polisi Tetap Lakukan Pengamanan di Lokasi

Rokan Hulu - Aksi unjuk rasa yang sebelumnya direncanakan oleh kelompok masyarakat Tengku Siddiq untuk menuntut lahan seluas 1.500 hektar di wilayah operasional PT Eka Dura, resmi dibatalkan. Meski demikian, pengamanan di lokasi tetap dilakukan secara ketat oleh aparat kepolisian pada Kamis,31/072025.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa lebih kurang 230 personel kepolisian dari Polres Rokan Hulu dan sejumlah Polsek yang berada di wilayah hukum Kabupaten Rokan Hulu telah dikerahkan untuk mengamankan situasi, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.

Menurut informasi yang dihimpun, masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tengku Siddiq mengklaim bahwa lahan seluas 1.500 hektar tersebut merupakan milik mereka secara sah, berdasarkan surat-surat yang mereka miliki. Mereka berharap pihak PT Eka Dura dapat menyerahkan lahan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Salah satu perwakilan masyarakat menyampaikan keberatan atas aktivitas pemanenan yang masih dilakukan di lahan yang disengketakan tersebut. Namun begitu, masyarakat menyatakan tidak akan melakukan tindakan provokatif ataupun melanggar hukum dalam menyampaikan tuntutannya.

"Kami hanya ingin hak kami dikembalikan. Kami tidak akan melakukan tindakan yang anarkis atau melawan hukum. Kami berharap PT Eka Dura bisa menunjukkan itikad baik dan menghargai legalitas surat yang kami miliki," ujar salah satu tokoh masyarakat Tengku Siddiq.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau kondusif dan aparat kepolisian masih terus bersiaga untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.(Hnf)