TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Sambung Rasa Lapas Pasir Pengaraian Gelar Sosialisasi Remisi untuk Warga Binaan

Sambung Rasa Lapas Pasir Pengaraian Gelar Sosialisasi Remisi untuk Warga Binaan

Pasir Pengaraian - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pengaraian menggelar kegiatan Sambung Rasa, sebuah forum dialog terbuka antara petugas pemasyarakatan dan warga binaan, pada Sabtu (19/07/2025)

Kegiatan ini diinisiasi oleh jajaran Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Bimkemas), dengan dukungan dari Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja (Binadik & Giatja), sebagai bentuk pendekatan humanis dalam menyampaikan informasi mengenai remisi khusus HUT RI.

Dalam sambutannya, Kasi Binadik & Giatja, Sunu Istiqomah Danu menyampaikan bahwa sambung rasa bukan hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai wadah aspirasi dan motivasi. “Kami ingin memastikan bahwa hak-hak warga binaan tersampaikan secara transparan. Remisi bukan sekadar potongan masa pidana, tetapi penghargaan atas perubahan sikap dan partisipasi dalam program pembinaan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sunu menjelaskan kriteria utama dalam pengusulan remisi khusus. Mulai dari perilaku baik, kepatuhan terhadap aturan, hingga keikutsertaan aktif dalam kegiatan pembinaan kepribadian maupun kemandirian.

Sementara itu, Kasubsi Registrasi dan Bimkemas, Wahyu Ananda mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan momen Kemerdekaan sebagai momentum refleksi dan tekad untuk berubah. “Remisi adalah pintu awal menuju kepercayaan, dan pembinaan adalah jembatannya,” ungkapnya.

Antusiasme terlihat jelas dari reaksi warga binaan, menunjukkan bahwa informasi yang diberikan sangat dinanti dan diapresiasi.

Kepala Lapas Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba menyebutkan bahwa kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan suasana pembinaan yang kondusif dan berorientasi pada pemulihan serta reintegrasi sosial sesuai arahan menteri imigrasi dan pemasyarakatan Agus Andrianto, Dirjenpas Mashudi dan Kakanwil Ditjenpas Riau Maizar.(Humas Lpasian)