TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

PUK NIBA dan Warga Sigatal Tuntut Keadilan Pihak Management PT RSM Tak Tampak di Lokasi Aksi

PUK NIBA dan Warga Sigatal Tuntut Keadilan Pihak Management PT RSM Tak Tampak di Lokasi Aksi

Rokan Hulu — PUK NIBA Karya Bersama bersama warga Dusun Sigatal/tempatan yang terdampak menggelar aksi damai di depan kantor PT Rambah Sawit Mandiri pada hari Selasa 20/5).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sejumlah permasalahan ketenagakerjaan dan dugaan ketidakadilan yang dilakukan oleh perusahaan.

Puluhan peserta aksi membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan mereka secara tertib, berharap mendapat perhatian dari manajemen perusahaan.

Namun, aksi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut tidak dihadiri oleh satu pun perwakilan manajemen PT Rambah Sawit Mandiri.

Ketua PUK NIBA Karya Bersama Ade Hudayana,dalam orasinya, menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak menghargai aspirasi pekerja dan masyarakat.

“Kami datang dengan damai, membawa suara para pekerja dan masyarakat yang terdampak. Tapi sangat disayangkan, tidak ada satu pun pihak manajemen yang hadir untuk berdialog,” ujarnya.

Masyarakat tempatan yang berdampak dengan perusahaan turut hadir juga menyampaikan kekecewaan mereka atas sikap tertutup perusahaan terhadap masalah sosial dan lingkungan yang muncul akibat aktivitas perusahaan.

Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak-hak mereka dan mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

Aksi damai berjalan tertib dan dikawal aparat keamanan setempat guna memastikan situasi tetap kondusif.

 

Penulis : hnf