TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

PUK NIBA dan Warga Sigatal Tuntut Keadilan Pihak Management PT RSM Tak Tampak di Lokasi Aksi

PUK NIBA dan Warga Sigatal Tuntut Keadilan Pihak Management PT RSM Tak Tampak di Lokasi Aksi

Rokan Hulu — PUK NIBA Karya Bersama bersama warga Dusun Sigatal/tempatan yang terdampak menggelar aksi damai di depan kantor PT Rambah Sawit Mandiri pada hari Selasa 20/5).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap sejumlah permasalahan ketenagakerjaan dan dugaan ketidakadilan yang dilakukan oleh perusahaan.

Puluhan peserta aksi membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan mereka secara tertib, berharap mendapat perhatian dari manajemen perusahaan.

Namun, aksi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut tidak dihadiri oleh satu pun perwakilan manajemen PT Rambah Sawit Mandiri.

Ketua PUK NIBA Karya Bersama Ade Hudayana,dalam orasinya, menyayangkan sikap perusahaan yang dinilai tidak menghargai aspirasi pekerja dan masyarakat.

“Kami datang dengan damai, membawa suara para pekerja dan masyarakat yang terdampak. Tapi sangat disayangkan, tidak ada satu pun pihak manajemen yang hadir untuk berdialog,” ujarnya.

Masyarakat tempatan yang berdampak dengan perusahaan turut hadir juga menyampaikan kekecewaan mereka atas sikap tertutup perusahaan terhadap masalah sosial dan lingkungan yang muncul akibat aktivitas perusahaan.

Para peserta aksi menegaskan bahwa mereka akan terus memperjuangkan hak-hak mereka dan mendesak pemerintah daerah serta instansi terkait untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.

Aksi damai berjalan tertib dan dikawal aparat keamanan setempat guna memastikan situasi tetap kondusif.

 

Penulis : hnf