TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

PT.SKA Tidak Peduli Dengan Lingkungan,Masyarakat Berharap Pemerintah Kabupaten Selesaikan Permasalah

PT.SKA Tidak Peduli Dengan Lingkungan,Masyarakat Berharap Pemerintah Kabupaten Selesaikan Permasalah

Rambah Samo-Pabrik Kelapa Sawit PT Sumatra Karya Agro (PKS PT SKA) yang beroperasi di Desa Sei Kuning Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu, Riau sepetinya tidak perduli dengan lingkungan sekitar,

Hal ini terbukti,sejumlah awak media dan masyarakat turun langsung kelokasi aliran limbah yang terus mengalir ke anak sungai Siabu Sumbek,Kamis (13/03),

"Sejak  berdiri PKS PT SKA ini, bermacam - macam problem mulai dari mengadu domba masyarakat tempatan sampai ke pencemaran limbah yang sudah bolak balik namun DLHK sepertinya tutup mata dan diduga sudah menerima Upeti dari PT SKA, " Ucap Salah seorang warga Desa Sei Kuning Ir Hasibuan,

Yang anehnya lagi DLHK propinsi Riau sudah mengeluarkan sanksi administratif,namun tak terealisasi akibat masyarakat tidak mau menerima dikarenakan tidak sesuai dengan harapan yang selayaknya,ujarnya lagi,

"Begitu juga yang terjadi di desa Sei Kuning kecamatan Rambah Samo, Pabrik Kelapa Sawit PT Sumatra Karya Agro sudah berulang kali mencemari lingkungan dan tidak ada sanksi yang sifatnya efek jera, "

Lebih anehnya lagi, Disekitar Kolam limbah Pihak PT SKA  sudah membuat  Land Aplikasi (LA) yang akan digunakan penampungan limbah terakhir, namun tidak digunakan sama sekali, dan diduga hanya sekedar untuk memenuhi permintaan pihak DLHK semata,

" Kepala Desa Sei Kuning  , saat di konfirmasi terkait limbah PKS PT SKA yang kembali mencemari Sungai Siabu Sumbek  menyampaikan,Bahwa sepertinya kalau tidak ada tindakan dari dinas terkait dan tidak ada "itikad baik dari  pihak PKS PT SKA untuk mengupayakan atau beepihak untuk masyarakat,ini tak akan pernah selesai dan masyarakat tetap akan tertindas, , sebutnya.

"Untuk ini kami dari Pemdes Desa Sei Kuning berharap agar pihak terkait khususnya Bupati Rokan Hulu dan DLHK Propinsi Riau serta pihak terkait lainnya dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat atas dampak limbah yang diduga dari PT SKA. Sudah ke sekian kalinya limbah cair mencemari lahan dan sungai tapi sampai saat ini belum ada tindakan positif dari pihak terkait, sebutnya lagi.

"Kami mohon jangan sampai ada pembiaran, kasihan masyarakat yang terdampak. Kenapa sampai saat ini manejemen PT SKA tidak ada solusi terkait limbah cairnya ?.Sangat menjadi pertanyaan besar sama kita. Dalam hal ini ada dugaan ke kesengajaan, tambahnya.

"Dan kita berharap LA yang sudah dibuat PT SKA itu terlebih dahulu berkordinasi lah dengan Pemdes, agar nantinya masyarakat mengetahui sejauh mana haknya, karena saat ini LA yang dibuat itu menyusahkan masyarakat kami sendiri, tutup nya,

( Team )