TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

DPPKBP3A Kampar Melakukan Audit Standarisasi Sekolah Ramah Anak

DPPKBP3A Kampar Melakukan Audit Standarisasi Sekolah Ramah Anak

KAMPAR - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP3A) melalui bidang Perlindungan Anak melakukan audit Standarisasi Sekolah Ramah Anak ( SRA ) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA RI) di Paud Terpadu Mutiara Bunda Bangkinang Kota, Rabu (18/9/2024).

"Konsep sekolah ramah anak melibatkan tiga pilar besar, yaitu sekolah (tenaga pengajar dan fasilitas lainnya), orang tua, dan anak-anak yang bersama-sama menciptakan kondisi sekolah yang bersih, rapih, indah, sehat, aman, nyaman, dan inklusif," jelas Kabid Perlindungan Anak DPPKBP3A Kampar  Satiti Rahayu.

Satiti Rahayu menjelaskan, adapun tujuan dari sekolah ramah anak adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi anak-anak. Penerapan SRA ini tidak hanya mengandalkan peran dari pihak guru dan sekolah saja, melainkan juga dari siswa, orang tua, serta masyarakat.

"Di Kabupaten kampar,  hampir 80 persen sekolah mulai tingkat PAUD hingga SMA sudah di SK kan sebagai sekolah ramah anak. Namun yang terstandarisasi oleh Kementerian PPPA RU sebagai sekolah ramah anak belum ada sama sekali,’’ tegas Satiti Rahayu. 

Satiti Rahayu menambahkan, untuk 2024, Paud Terpadu Mutiara Bunda Bangkinang Kota yang di pimpin oleh  Agusnafida sudah terpilih sebagai sekolah pertama dan perdana di Kabupaten Kampar dan akan mewakili Provinsi Riau dari 48 sekolah se-Indonesia yang di audit oleh Kementerian PPPA RI.

’’Diharapkan dapat terstandarisasinya sekolah sebagai sekolah ramah anak di Kabupaten Kampar dan juga dapat menurunkan kasus kekerasan terhadap anak baik secara fisik, psikis dan sosial,’’ harap Satiti Rahayu.

Satiti Rahayu menambahkan,  dengan dukungan penuh dari Pemkab Kampar, berbagai stakeholder serta masyarakat diharapkan tahun berikutnya akan semakin banyak sekolah- sekolah di Kabupaten Kampar yang terstandarisasi SRA oleh Kementerian PPPA RI. 

Proses audit dilaksanakan oleh Tim Deputi Pemenuhan Hak Anak- Kementerian PPPA RI  Muhammad Soleh, Widyasunu Jalu dan Tim Auditor yaitu Ir Muhammad Bascharul Asana MBA (Lead Auditor Satuan Pendidikan Ramah Anak /SRA – KPPPA RI ) beserta Helga Trinawati Megasari SPd.

Pada pelaksanaan kegiatan ini juga tampak hadir mendampingi o  Kepala Bidang PHATKA NsBdn Asfeni  selaku perwakilan dari  Dinas P3AP2KB Provinsi Riau, Nila Riwayati perwakilan dari Dinas Dikpora Kabupaten Kampar, Kepala Lembaga Pendidikan Paud, Wali Murid dan alumni Paud Terpadu Mutiara Bunda Bangkinang Kota.