TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Songsong New Normal, Siak Bersih COVID-19 dan PDP

Songsong New Normal, Siak Bersih COVID-19 dan PDP

SIAK. Superriau.com - Dalam mematangkan persiapan menuju era normal baru atau New Normal, Pemkab Siak tidak terbebani kasus positif COVID-19. Sebab, tiga santri klaster Pesantren Temboro, Magetan, Jawa Timur yang sebelumnya dinyatakan positif Corona telah sembuh dan sudah diperbolehkan pulang.

"Alhamdulillah, di tengah persiapan kita menyusun skema New Normal, semua pasien postif Corona sudah sembuh. Dan PDP di Siak juga nihil," kata Bupati Siak Alfedri kepada Gatra.com, Kamis (4/6).

Sebelumya, ada tiga santri klaster Magetan yang dinyatakan positif Corona dari hasil Swab. Ketiga santri itu, MY (16) warga Suak Lanjut, AMS (18) dari Kecamatan Dayun dan RAN (18) dari Kecamatan Mempura, Siak. "Artinya fokus kita tinggal mematangkan persiapan New Normal," kata dia.

Ada dua sektor yang menjadi prioritas awal Pemkab Siak saat New Normal nanti yaitu pendidikan dan ekonomi. Di pendidikan, kata Alfedri, selain setiap sekolah akan menerapkan jaga jarak dan siswa diwajibkan pakai masker, pihaknya juga tengah mempersiapkan skema masuk sekolah dua shift, pagi dan siang.

"Kalau untuk mendorong stabilitas ekonomi masyarakat, kita sudah siapkan proposal pemberdayaan ekonomi atau recovery ekonomi ke pusat. Tujuannya, agar UMKM yang ada di Siak, seperti penjahit dan lainnya bisa terbantu saat pelaksanaan New Normal nanti," kata dia.(Op)