TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Ketua DPRD Siak Dukung Bupati Pangkas Anggaran OPD Demi Penanganan Corona

Ketua DPRD Siak Dukung Bupati Pangkas Anggaran OPD Demi Penanganan Corona

SIAK. Superriau.com - Ketua DPRD Siak Azmi mendukung langkah bupati memangkas anggaran setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga 50 persen untuk menangani kondisi pandemi Covid-19 saat ini, sebagai bagian dari realokasi anggaran yang telah diatur dalam SKB Menteri dalam negeri dan Menteri Keuangan RI.

"Bahkan secara pribadi, kita anggota DPRD Siak juga telah mengumpulkan donasi demi membantu pencegahan dan penanganan Covid-19 ini," ujar Azmi.

Azmi berharap, segala upaya yang dilakukan demi membentengi masyarakat dari serangan wabah Covid-19 itu berbuah hasil.

Namun demikian, menurut politisi Golkar ini, upaya memutus mata rantai itu harus dilakukan bersama-sama oleh semua unsur masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata.

Apalagi, lanjutnya, Covid-19 sifat penyebarannya antar manusia, sehingga selain dukungan dana, untuk memutusnya harus dengan kesadaran dan kedisiplinan tinggi dari setiap individu. 

"Contohnya, dengan memakai masker, tidak keluar rumah bila tidak penting sekali, menerapkan pola hidup bersih," katanya.

Azmi mengaku sangat mengerti kesulitan masyarakat akibat dampak wabah yang telah mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat. Negeri istana yang tadinya aman, nyaman, tenang dan damai, seketika harus berhadapan dengan wabah yang mengharuskan masyarakat merubah cara bergaul, cara berusaha bahkan tradisi.

"Namun sekali lagi, ini bukan hal yang diinginkan siapapun. Jadi untuk menghadapinya, mari kita bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus ini. Salah satunya dengan mematuhi imbauan pemerintah," ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Siak Alfedri menyampaikan pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp254 miliar lebih hasil refocusing dan realokasi anggaran OPD. Dari 50 persen pengurangan belanja barang dan jasa hasil rasionalisasi itu sebanyak Rp 172 miliar lebih.

Lalu ditambah Rp 33,7 miliar Dana Alokasi Khusus dan Dana Insentif Daerah kesehatan sebelumnya. Kemudian pihaknya juga menyiapkan Rp44 miliar lebih di Belanja Tak Terduga (BTT) ditambah Rp5 miliar lagi.