TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Sosialisasi Perizinan Operasi ke Instansi Terkait Dilakukan PHR Siak

Sosialisasi Perizinan Operasi ke Instansi Terkait Dilakukan PHR Siak

PEKANBARU – Dalam rangka meningkatkan sinergi yang mendukung operasi produksi, PHE Siak menggelar sosialisasi perizinan operasi dengan Dinas ESDM Provinsi Riau, Pemerintah serta OPD terkait di Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu, Selasa (12/12). 

Bertempat di Kantor SKK Migas Sumbagut, kegiatan sosialisasi tersebut  dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut Rikky Rahmat Firdaus, Kepala Divisi Komunikasi dan Formalitas SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, Pjs Field Manager PHE Siak Ketut Sunarka dan Dinas ESDM Provinsi Riau Ridho Eka Yanda dan Rahimul bersama DPMPTSP Provinsi Riau Arsyad serta beberapa pimpinan OPD dari Kabupaten Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir.

Kepala SKK Migas Perwakilan Sumbagut membuka acara dan menyampaikan bahwa produksi minyak di Provinsi Riau merupakan salah satu tulang punggung energi nasional.

“Provinsi Riau menyumbang 32% produksi minyak nasional. Sedangkan tantangan yang dihadapi adalah declining alami karena minyak bumi adalah sumber daya alam tidak terbarukan,” katanya.

Oleh karena itu, rencana kerja KKKS untuk memaksimalkan potensi yang ada butuh didukung berbagai pihak untuk memenuhi target produksi.

Sedangkan rencana kerja dan perizinan yang dibutuhkan PHE Siak dipaparkan oleh Pjs Manager PHE Siak Field Ketut Sunarka. Ada 140 sumur produksi dan 2 stasiun pengumpul yang dikelola.

“Produksi per 30 November 1556 Bopd. Dengan beberapa pendekatan, tahun depan akan lebih agresif dengan rencana tujuh sumur pengeboran baru,” jelas Ketut.

Sementara itu Land Matter & Formalities PHR Zona 1 Maruli Tua H Sitinjak dan Comrel & CID PHR Zona 1 Renita Yulia meminta dukungan Pemerintah Daerah apabila nantinya dalam kegiatan tersebut dibutuhkan perizinan lahan, lingkungan maupun sosialisasi ke masyarakat. 

Dari Pemda masing-masing kabupaten, hadir beserta jajarannya, Asisten ll Bidang Perekonomian & Pembangunan Kabupaten Kampar Suhermi, Asisten ll Bidang Perekonomian & Pembangunan Kabupaten Rokan Hilir Rahmatul Zamri dan Kepala Bagian Perencanaan dan SDA Kabupaten Rohul Akmal. Ketiga Kabupaten menyampaikan kesiapan dukungannya.

“Masyarakat di daerah tempatan kian mendapatkan manfaat dari produksi migas dengan adanya PI 10%. Perusahaan bisa saling berbagi terkait isu sosial maupun kendala perizinan,” ujar Rahmatul Zamri.

Asisten ll Bidang Perekonomian & Pembangunan Kabupaten Kampar Suhermi menambahkan agar PHE Siak sebelum masuk ke wilayah kerja agar mensosialisasikan rencana pemboran kepada Forkompimda terlebih dahulu.

Menanggapi hal tersebut, SKK Migas Sumbagut menyampaikan bahwa tahun depan untuk kegiatan sosialisasi pemboran tiap Kabupaten akan dipimpin langsung oleh SKK Migas dengan menggandeng KKKS yang memiliki rencana pemboran.