TERKINI
DPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi IslamiSengit dan Meriahkan HUT RI Ke-81, RW 002 Sabet Gelar Juara Turnamen Voli Putri Desa Bukit RanahRakornas Forkopimda di Batam, Dihadiri Bupati Bengkalis, Perkuat Sinergi PemerintahMeriahkan HUT RI, Kades Bukit Ranah, Firdaus Serahkan Bantuan 2 Bola Voli, Udo Ucapkan Terimakasih

Akibat Pandemi Convid 19, Perusahaan Di Siak Terhambat Bikin PKS

Akibat Pandemi Convid 19, Perusahaan Di Siak Terhambat Bikin PKS

Suprriau.com - Wabah virus Corona atau COVID-19 sangat dirasakan dampaknya oleh semua pihak. PT Trio Mas misalnya, kegiatan perusahaan yang bergerak di bidang kebun kelapa sawit ini terkendala karena pandemi ini.

" Perusahaan ini mau bikin Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah Kecamatan Sungai Apit dekat Kampung Teluk Lanus," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan Pemanfaatan Ruang DPMPTSP Siak, Jumat (22/5).

Teguh mengatakan, terkendala perusahaan adalah rekom teknis dan bukan karena sistem perizinan di Kabupaten Siak. Namun karena kondisi virus Corona yang sudah menjadi pandemi di Indonesia.

" Padahal, kita sudah lakukan survei ke lokasi. Namun, ya itu dia, karena wabah ini, ada persyaratan yang belum bisa diterbitkan. Penyebabnya bukan dari kitanya, namun dari pusat. Kalau kita sih oke, kalau semua persyaratannya oke," kata dia.

Secara keseluruhan kata Teguh persyaratan perusahaan untuk membikin pabrik sudah memenuhi. Salah satunya, perusahaan sudah memiliki lahan sendiri.

"Luasnya, ribuan kalau tak salah saya. Dan sudah memiliki izin. Pokoknya kendalanya karena virus ini, kalau engak, selambat-lambatnya, tahun depan udah beroperasi PKS tersebut," kata dia.

Sebab itu, lanjut Teguh, selama ini jika memenuhi syarat, semua investor yang mesuk ke Siak tidak pernah dipersulit. 

"Kalau situasi normal, mestinya sudah keluar. Namun karena kondisi seperti ini, tertunda," kata dia.

Ia juga tidak dapat memastikan kapan rekom teknis itu akan dikeluarkan. "Belum. Belum dapat dipastikan. Saya rasa, tunggu dulu kondisi sudah benar-benar aman, baru dikeluarkan rekom itu," ucapnya.

Sumber: Gatra.com