TERKINI
Konferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 Peserta

Akibat Pandemi Convid 19, Perusahaan Di Siak Terhambat Bikin PKS

Akibat Pandemi Convid 19, Perusahaan Di Siak Terhambat Bikin PKS

Suprriau.com - Wabah virus Corona atau COVID-19 sangat dirasakan dampaknya oleh semua pihak. PT Trio Mas misalnya, kegiatan perusahaan yang bergerak di bidang kebun kelapa sawit ini terkendala karena pandemi ini.

" Perusahaan ini mau bikin Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah Kecamatan Sungai Apit dekat Kampung Teluk Lanus," kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Perizinan dan Non Perizinan Pemanfaatan Ruang DPMPTSP Siak, Jumat (22/5).

Teguh mengatakan, terkendala perusahaan adalah rekom teknis dan bukan karena sistem perizinan di Kabupaten Siak. Namun karena kondisi virus Corona yang sudah menjadi pandemi di Indonesia.

" Padahal, kita sudah lakukan survei ke lokasi. Namun, ya itu dia, karena wabah ini, ada persyaratan yang belum bisa diterbitkan. Penyebabnya bukan dari kitanya, namun dari pusat. Kalau kita sih oke, kalau semua persyaratannya oke," kata dia.

Secara keseluruhan kata Teguh persyaratan perusahaan untuk membikin pabrik sudah memenuhi. Salah satunya, perusahaan sudah memiliki lahan sendiri.

"Luasnya, ribuan kalau tak salah saya. Dan sudah memiliki izin. Pokoknya kendalanya karena virus ini, kalau engak, selambat-lambatnya, tahun depan udah beroperasi PKS tersebut," kata dia.

Sebab itu, lanjut Teguh, selama ini jika memenuhi syarat, semua investor yang mesuk ke Siak tidak pernah dipersulit. 

"Kalau situasi normal, mestinya sudah keluar. Namun karena kondisi seperti ini, tertunda," kata dia.

Ia juga tidak dapat memastikan kapan rekom teknis itu akan dikeluarkan. "Belum. Belum dapat dipastikan. Saya rasa, tunggu dulu kondisi sudah benar-benar aman, baru dikeluarkan rekom itu," ucapnya.

Sumber: Gatra.com