TERKINI
Bupati Kampar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0313/KPRBenteng Generasi Emas, Wabup Kampar Buka Sosialisasi P4GN di Kampar UtaraWabup Misharti Pimpin Apel Gabungan, Tegaskan Tiga Prioritas Pembangunan KamparBupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas Organisasi

Rumah Penerima Bansos Covid-19 di Siak Tak Ditempel Stiker

Rumah Penerima Bansos Covid-19 di Siak Tak Ditempel Stiker

 Pemkab Siak terus mematangkan persiapan bantuan sosial (bansos) dampak wabah Covid-19 bagi masyarakat kurang mampu. 

 

Agar bansos itu tepat sasaran, Pemkab Siak tidak menempel stiker bertulis "Keluarga Miskin, Keluarga Kurang Mampu atau Keluarga Pra Sejahtera", sebagaimana dilakukan kabupaten/kota lainnya di Riau.

 

"Kita lebih cenderung kepada memvalidkan data penerima bansos untuk masyarakat agar benar-benar tepat sasaran, sehingga tak tumpang tindih. Jadi, tak ada stiker-stiker yang kita pasang di rumah warga," kata Bupati Siak Alfedri usai rapat di Zamrud Room Komplek Abdi Praja, Sabtu (9/5/2020).

 

Selain bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Pangan (BSP), lanjut Alfedri, Pemkab Siak juga melakukan pendataan kepada penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi yang terdampak Covid-19.

 

Alfedri menjelaskan, di Kabupaten Siak penerima BLT dari Kementerian Sosial ada sekitar 15.000 lebih, BLT dari Provinsi Riau sebanyak 3.900 dan BLT Dana Desa sebanyak 19.149 per keluarga.

 

"Jadi kami kontrol betul penyaluran bantuan itu. Kami sudah konsep dan ada matriksnya untuk penerima PKH, BSP, BLT Kemensos, BLT Provinsi, BLT Dana Desa dan Sembako bersumber APBD," terang Alfedri.

 

Untuk bantuan sembako, Pemkab Siak telah menganggarkan sebanyak 32.000 keluarga yang akan menerima paket sembako selama tiga bulan bagi yang terdampak Covid-19.

 

Seperti diberitakan, Kabupaten Siak salah satu daerah yang diusulkan Pemprov Riau untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

 

Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Riau, Syahrial Abdi mengatakan, Pemprov Riau melalui Gubernur Riau, selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi Riau telah menyampaikan surat permohonan usulan PSBB ke pemerintah pusat. 

 

"PSBB di Riau akan diterapkan di lima kabupaten-kota, yakni Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, Bengkalis, dan Kota Dumai," jelasnya.