TERKINI
Gerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026Bupati Kampar Ahmad Yuzar Resmi Membuka MTQ ke-55 di Gunung Sahilan, Diikuti 642 PesertaTingkatkan Kompetensi Guru, Gugus III Bantan Gelar Pelatihan Papan Interaktif Digital di SDN 26Wabup Kampar Dorong Rehabilitasi Daerah Irigasi, Kades Pulau Birandang dan Petani Berikan Apresiasi

UPTD PPA Kampar Sudah Menangani 67 Perkara, Linda: Tingkat Pencabulan Masih Tinggi di Kampar

UPTD PPA Kampar Sudah Menangani 67 Perkara, Linda: Tingkat Pencabulan Masih Tinggi di Kampar

KAMPAR - UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kampar hingga Semester Juni Tahun 2023 sudah menangani 67 perkara.

Diantaranya masih jadi dominan tingkat pencabulan orang tua dan anak, juga kenakalan remaja dan KDRT.

Hal itu dibenarkan, Kepala Dinas DPPKBP3A melalui Kepala UPTD PPA Kampar, Lindawati. Ia menyampaikan sampai saat ini dari 67 perkara yang masuk ke pihaknya, ada yang sudah selesai dan juga masih tahap proses.

"Dari 67 perkara itu, ada yang sudah selesai dan masih tahap proses.Kami UPTD PPA minimal 3 kali kunjungan untuk memulihkan mental korban dan keluarga," kata Kepala UPTD PP Lindawati, Selasa (11/7/23).

Ia mengemukakan, untuk memulihkan mental korban dan keluarga, pihak ada yang lebih dari 3 kali kunjungan.

Linda juga menjelaskan alasan banyak terjadi tingkat pencabulan, bisa saja dari faktor lingkungan, faktor ekonomi terutama dan juga pengaruh dari media sosial.

"Kampar masih tinggi tingkat pencabulan. Maka itu, Bidang dari DPPKBP3A sudah melalukan sosialisasi untuk melakukan pencegahan, UPTD PPA hanya melakukan tindakan kalau sudah ada kejadian," pungkas Linda.