TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

UPTD PPA Kampar Sudah Menangani 67 Perkara, Linda: Tingkat Pencabulan Masih Tinggi di Kampar

UPTD PPA Kampar Sudah Menangani 67 Perkara, Linda: Tingkat Pencabulan Masih Tinggi di Kampar

KAMPAR - UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Kampar hingga Semester Juni Tahun 2023 sudah menangani 67 perkara.

Diantaranya masih jadi dominan tingkat pencabulan orang tua dan anak, juga kenakalan remaja dan KDRT.

Hal itu dibenarkan, Kepala Dinas DPPKBP3A melalui Kepala UPTD PPA Kampar, Lindawati. Ia menyampaikan sampai saat ini dari 67 perkara yang masuk ke pihaknya, ada yang sudah selesai dan juga masih tahap proses.

"Dari 67 perkara itu, ada yang sudah selesai dan masih tahap proses.Kami UPTD PPA minimal 3 kali kunjungan untuk memulihkan mental korban dan keluarga," kata Kepala UPTD PP Lindawati, Selasa (11/7/23).

Ia mengemukakan, untuk memulihkan mental korban dan keluarga, pihak ada yang lebih dari 3 kali kunjungan.

Linda juga menjelaskan alasan banyak terjadi tingkat pencabulan, bisa saja dari faktor lingkungan, faktor ekonomi terutama dan juga pengaruh dari media sosial.

"Kampar masih tinggi tingkat pencabulan. Maka itu, Bidang dari DPPKBP3A sudah melalukan sosialisasi untuk melakukan pencegahan, UPTD PPA hanya melakukan tindakan kalau sudah ada kejadian," pungkas Linda.