TERKINI
Penandatanganan Kerja Sama Pemkab dan Kejari, Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola PemerintahanWakili Wabup Kampar, Plt Kadisdikpora Letakkan Batu Pertama Pembangunan Asrama Ponpes Ibnu JarirWabup Kampar Bahas Rencana Jaringan Listrik Pasir Sialang, Pemerataan Penerangan Jadi PrioritasWakil Bupati Misharti Bidik Pasar Nasional, Olahan Ikan Patin dan Batik Kampar Didorong Naik KelasOperasi Patuh Lancang Kuning 2026, Satlantas Polres Kampar dan Samsat Bangkinang Gelar Ramp CheckDisdikpora Kampar Respons Kondisi Sekolah di Koto Kampar Hulu, Renovasi Dianggarkan 2027DPRD dan Pemkab Kampar Setujui 6 Ranperda, Ahmad Yuzar Tekankan Manfaat Nyata bagi MasyarakatDelapan Fraksi DPRD Kampar Sampaikan Pandangan, RAPBD 2027 Fokus Kebutuhan MasyarakatBupati Kampar Didampinggi Plt Disdikpora Temui Plt Gubernur Riau, Usulkan Pembangunan Lokal SD 017Perkuat Layanan Darurat, Bupati Kampar Serahkan Mobil Rescue untuk DamkarSekitar 38 Pegawai Tak Diperpanjang, BPKAD Kampar Tuntaskan Verifikasi Gaji PPPK Paruh Waktu SeninDukung Pengembangan Wisata Buluh Cina, Edi Basri Tekankan Pelestarian Budaya dan Mitigasi Banjir

Kades Tanjung Medan Rohul Bantah Keluarkan Surat Jual Beli Lahan HPT

Kades Tanjung Medan Rohul Bantah Keluarkan Surat Jual Beli Lahan HPT

ROHUL - Kepala Desa (Kades) Tanjung Medan, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Devi Delvia membantah tudingan melakukan Tindak Pidana Korupsi atas penerbitan surat jual beli lahan yang berstatus Hutan Produksi Terbatas (HPT) seperti dugaan yang di tuduhkan LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dikutip dari Pemberitaan salah satu media online terbitan, Rabu (13/6/2023).

Kades Delvi Delvia beserta perangkat Desanya sangat kecewa dengan Pemberitaan yang dinilai tidak berimbang di salah satu media online terkait adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi penerbitan surat jual beli di atas lahan yang berstatus Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang dituduhkan Kepala Desa Tanjung Medan.

Pemberitaan itu tanpa Konfirmasi jadi saya selaku pihak yang dirugikan sangat Kecewa dengan pemberitaan yang tidak berimbang dan saya berharap kiranya jika ada hal semacam ini kalau bisa dikonfirmasi dulu jangan langsung dinaikkan di media, jangan sampai ini jadi berita hoax atau merugikan orang lain.

“Kami akan laporkan ke pihak berwajib, ini sudah masuk ranah pencemaran nama baik, saya juga akan laporkan ke Dewan Pers karena sangat merugikan kami sebagai Pemerintah Desa," ujarnya Kepada Sejumlah Wartawan saat di temui, Kamis (15/6/2023) Siang.

"Apalagi dalam kalimat terakhir dia menuliskan "Sampai berita ini terbit awak media beberapa kali mencoba menghubungi kades Tanjung Medan namun masih belum terhubung, tulisnya, itu sama sekali tidak benar," bebernya lagi.

Faktanya tidak ada wartawan atau LSM yang menghubungi saya " boleh di cek di panggilan HP saya tidak ada nomer panggilan baik yang masuk,ataupun panggilan tak terjawab," Kata Delvi dengan nada kecewa.**
*(HSB)*