TERKINI
Pencarian Pemuda Tenggelam Melompat di Jembatan Rantau Merangin, Dihentikan Tim Sar BPBD KamparLantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis

Pemprov Riau Susun Rencana Penerapan PSBB

Pemprov Riau Susun Rencana  Penerapan PSBB

 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah mengusulkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Riau kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.  

Menunggu PSBB Riau disetujui Kemenkes, Pemprov Riau saat ini tengah menyusun rencana aksi penerapan PSBB tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger melalui Kepala Bidang Kedaruratan Jim Gafur, Selasa (12/5/2020) di Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19. 

Dia mengatakan, dengan adanya rencana aksi tersebut maka akan terarah apa saja yang harus dilakukan tim provinsi dan kabupaten/kota saat PSBB Riau. 

"Karena petugas di lapangan harus ada pedoman. Apalagi PSBB provinsi melibatkan kabupaten/kota, maka perlu ada pedoman untuk kabupaten/kota," ujarnya.  

Selain itu, lanjut Jim Gafur, rencana aksi tersebut sebagai petunjuk pembatasan apa saja yang dilarang selama PSBB Provinsi Riau. Termasuk mengatur tugas masing-masing petugas. 

"Karena harus ada pembeda antara  diterapkan PSBB dan tidaknya. Maka perlu ada kegiatan masif yang dilakukan. Nah rencana aksi itu yang sedang kita susun dokumennya," tukasnya.