TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Vaksinasi Tahun 2022 Capai 90 Persen, Disbunnak Keswan Kampar Terus Memberikan KIE Kepada Masyarakat

Vaksinasi Tahun 2022 Capai 90 Persen, Disbunnak Keswan Kampar Terus Memberikan KIE Kepada Masyarakat
Kepala Disbunakkeswan Kampar, Ir Syahrizal melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavit, Drh. Deyus Herman

KAMPAR - Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar terus berupaya untuk melakukan Vaksinasi terhadap hewan ternak.

Dimana, di tahun 2022 sudah mencapai 90 persen vaksinasi terhadap hewan ternak.

Dalam situasi Wabah PMK, sudah membuat Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan.

Untuk mengawasi dan mengantisipasi setiap hewan yang masuk ke Riau dari Sumbar dan Sumut, Cek Poin terus difungsikan yang ada di Kecamatan XIII Koto Kampar.

"Kalau ada yang sakit kita Vaksinasi, dan juga memberi Komunikas Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap masyarakat," kata Kepala Disbunakkeswan Kampar, Ir Syahrizal melalui Kabid Kesehatan Hewan dan Kesmavit, Drh. Deyus Herman, Selasa (21/12)22).

Ia menuturkan, bahwa KIE diberikan terhadap masyarakat untuk meyakinkan penyakit yang dialami ternak bisa disembuhkan.

"Ke depan, kita akan terus memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi terhadap masyarakat," pungkas Deyus.