TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

DPPKBP3A Terus Lakukan Pencegahan, Stunting di Kampar Sudah Ditemukan Penurunan

DPPKBP3A Terus Lakukan Pencegahan, Stunting di Kampar Sudah Ditemukan  Penurunan

KAMPAR - Dinas pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Kampar melakukan kegiatan audit Stunting.

Dimana, kegiatan itu terdiri dari Tim Pakar, Tenaga Gizi, Tenaga Ahli Gizi, Spesialis Anak, Kandungan dan Psikolog.

Audit yang dilakukan di setiap Desa per 6 Bulan secara terpisah, sebelumnya Audit sudah dilakukan yaitu Desa Naumbai, Kecamatan Kampar dan Desa Koto Tuo Kecamatan Xlll Koto Kampar.

"Hasilnya kita temukan dari 30 anak, ada 7 anak yang memang Stunting dibawah umur dua tahun yang harus kita perhatikan dan ibu hamil, karena yang kita temukan itu betul betul kurang mampu keluarganya," kata Kadis PPKBP3A Kampar, Edi Afrizal, (3/11/22).

Dalam temuan Audit itu, katanya, DPPKBP3A Kampar yang bekerjasama dengan Perusahan dan Kesehatan, bagi anak yang ditemukan penyakit akan diberikan perawatan kebutuhan gizinya.

"Kemaren kita dapat bantuan dari PTPN V untuk kebutuhan gizinya melalui bapak asuh anak Stunting, anak tersebut diberikan makanan 6 bulan lamanya, dengan nominal dua juta tujuh ratus " tandas Edi Afrizal.

Ia menjelaskan, setelah 6 bulan itu akan dilakukan Audit lagi dan akan dipantau lagi anak tersebut bagaimana perkembangannya dan akan kita koordinasikan dengan Pemda dan Sekda untuk di Audit semuanya.

"Audit yang kita lakukan seluruh yang ada di Kabupaten Kampar dari 1.300 kita temukan anak yang Stunting 890 orang," beber Edi Afrizal.

Setelah itu, lanjutnya, kita akan terus memantau terus dari 890 dan kita akan laporkan ke Bupati, hasil Auditnya akan kita cari solusinya bagaimana anak yang lapar tersebut untuk dapat dipenuhi gizinya.

"Dari per Januari, kita mendapatkan penurunan. Kita terus melakukan pencegahan supaya anak anak yang lahir kedepannya tidak terjadi Stunting dan ini kita bimbing terus," pungkas Edi Afrizal.