TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

3 Orang Dokter di Riau Positif Corona

3 Orang Dokter di Riau Positif Corona

Update hingga Kamis (23/4), jumlah pasien positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Provinsi Riau menjadi 36 orang.

Jubir Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi menjelaskan, dari 36 pasien positif, 23 sedang dirawat, 9 orang sembuh dan sudah dipulangkan serta 4 meninggal dunia.

"Diantara yang positif, ada tiga (3) dokter, satu lagi saya belum dapat informasi, tapi mungkin perawat atau sarjana kesehatan masyarakat," kata  Yovi kepada Riauin.com, Kamis malam.

Adapun ketiga dokter yang positif terinfeksi Covid-19, lanjut Yovi, merupakan pasien ke-18 AS (30), pasien ke-23 ME (44) dan pasien ke-35 NU (37). Sedangkan pasien ke-36 RR (37) juga tenaga kesehatan tapi bukan dokter.

"Dari tiga dokter yang positif, dua dari Dumai, satu Pelalawan. Dan satu lagi tenaga kesehatan, juga dari Dumai," jelas Yovi.

Pasien AS, lanjut Yovi, terinfeksi setelah merawat pasien RBT (50) dan JG (58) yang didapat dari hasil tracing.

Pasien ME merupakan klaster acara pertemuan Nakes Teladan di Dumai. Waktu itu ME  punya riwayat perjalan ke Batam. Seluruh kontak erat dari ME sudah ditracing dan di rapid-test. Serta uji swab yang sudah keluar dan hasilnya positif adalah pasien NU dan RR.

"Kita mengimbau dan meminta masyarakat yang berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk jujur, kooperatif dan memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya. Sebab, ketidakjujuran itu dapat berakibat fatal bagi tenaga medis," tutup Yovi.