TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Tokoh Muda Kampar Kiri Hulu Apresiasi Pemda, Program Lanjutan Jalur Interpretasi Dimulai

Tokoh Muda Kampar Kiri Hulu Apresiasi Pemda, Program Lanjutan Jalur Interpretasi Dimulai
Foto Tokoh Muda Kampar Kiri Hulu, Kampar, Riau Abdul Majid (foto: lenteranews.co)

KAMPAR - Program Jalur Interpretasi jalan yang membentang di kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling di Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau saat ini sudah mendapat titik terang dari pemerintah daerah untuk kelanjutan pengerjaannya.

Dimana sebelumnya, program jalur Interpretasi di Kampar Kiri Hulu pengerjaannya mengalami mati suri selama 2 tahun.

Hal itu diungkap oleh salah satu Tokoh Muda warga Kampar Kiri Hulu Abdul Majid. Ia mengapresiasi pemda kampar melalui Pj Bupati Kampar Kamsol untuk melanjutkan program jalur Interpretasi itu.

"Sebagai masyarakat, kita mengucapkan terimakasih kepada pak Pj Bupati Kampar Kamsol yang telah melanjutkan program jalur Interpretasi. Sebab selama 2 tahun, program jalur Interpretasi ini sudah mati suri, dan Alhamdulillah sekarang sudah dihidupkan kembali," kata Majid saat dikonfirmasi awak media di Bangkinang, Senen (27/6/22).

Ia mengungkapkan, bahwa dulu alasan pemerintah sangat simpel, karena pemerataan pembangunan. Maka program jalur Interpretasi ini dahulu di hentikan.

"Komitmen sekarang agak baguslah, cuma  nanti kita tengok ke depan kinerjanya seperti apa, yang jelas rencana niat baiknya sudah ada," beber Majid.

Ia sangat berharap, karena di Kampar Kiri itu adalah misi kemanusiaan. Di sana tidak ada jaringan, telpon tidak ada, jalan tidak ada dan listrik tidak ada.

"Mayoritas di sana masyarakat kehidupannya bertani, dan bergantung seratus persen kepada alam. Apabila cuaca buruk hari hujan otomatis mereka tidak punya kehidupan," tukasnya Majid.

Tokoh Muda Kampar Kiri Hulu itu juga menjelaskan, bahwa kalau tidak punya kehidupan di sana, otomatis mereka (masyarakat) di sana untuk mencari makan otomatis alam menjadi sasaran oleh masyarakat.

"Ke depan kita harapkan, itu adalah bagaimana masyarakat ini sejahtera dan alam juga ekosistemnya terjaga, untuk keberlangsungan kehidupan anak cucu kita dimasa akan datang," pungkasnya.