TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Penyidik Kejari Kampar dan Tim Audit PKKN Inspektorat Riau, Datangi RSUD Bangkinang Terkait CT Scan

Penyidik Kejari Kampar dan Tim Audit PKKN Inspektorat Riau, Datangi RSUD Bangkinang Terkait CT Scan
Saat Penyidik Kejari Kampar Kasi Pidsus Amri Rahmanto Sayekti bersama Tim Audit PKK Inspektorat Riau Datang ke RSUD Bangkinang. (Foto:Istimewa)

KAMPAR - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar bersama tim audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) Inspektorat Daerah Provinsi Riau, mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang.

Adapun kedatangan tersebut, melihat kondisi saat ini terkait item-item yang merupakan bagian dari pelaksanaan kegiatan program pengadaan peningkatan sarana dan prasarana pada RSUD Bangkinang tahun anggaran 2010.

Kegiatan itu, dipimpin langsung Penyidik Kejari Kampar Kasi Pidsus Amri Rahmanto Sayekti bersama tim dari Inspektorat Provinsi Riau, terkait penyelewengan dana tentang pengadaan alat CT Scan.

"Hal ini merupakan salah satu tindakan yang dilakukan, guna menghitung dan menentukan berapa besar kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari pengadaan CT Scan tersebut," kata Kajari Kampar Arif Budiman melalui Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang, Selasa (14/6/22).

Ia mengungkapkan, terkait perkara ini, pihak Kejari Kampar telah memanggil beberapa orang yang berhubungan dengan pengadaan CT scan tersebut.

"Sebelumnya, kita dari Kejari Kampar telah memanggil dan meminta keterangan beberapa orang ataupun pihak terkait CT scan tersebut," beber Silfanus.

Mantan penyidik Kejati Riau itu mengatakan, bahwa Alat CT scan yang bermerk Philips tersebut dibeli senilai Rp 5 miliar melalui APBD Kabupaten Kampar tahun 2010.

"Meski tak pernah digunakan, namun alat ini ternyata sudah rusak karena sebagian alat sudah berkarat dan terbiarkan sejak dibeli," pungkas Silfanus.**