TERKINI
Jelang Hari Keselamatan Berlalu Lintas 2026, Polantas Karib Rangkul Ojol: Edukasi KeselamatanTHM Menjamur, LSM Bara Api Desak Gubri dan Pemko Bongkar Izin Hollywood - DragonPenanganan Karhutla di Kampar Dilaporkan Kondisi Nol Hotspot Titik Panas Berkat KerjasamaDPC GMNI Bongkar Penyebab Tunda Bayar Bengkalis: Utang Rp923,9 Miliar Bebani APBD 2024-2026Pemadaman Titik Api di Lahan Desa Rimbo Panjang, Bupati Didampingi Wabup Turun LangsungPekan Ceria Didikan Subuh, Tingkatkan Semangat dan Kreativitas Anak di Desa Renak DungunPuncak HUT RI ke-81 di RW 03 Keramat Sakti Berlangsung Meriah, Dihadiri Anggota DPR RI, Syahrul AidiMerah Putih Berkibar di Senja Hari, Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Rokan Hulu Berjalan SuksesKhidmat dan Megah, Pemkab Rokan Hulu Gelar Upacara Puncak Peringatan HUT RI ke-81Upacara Bendera Peringatan HUT RI Ke-81 Tahun 2026 Dipimpin Bupati Kampar, YuzarDesa Pulau Sarak Meriahkan Hari Kemerdekaan Dengan Pawai dan Santunan Anak Yatim Serta Makan BersamaFestival Anak Sholeh Digelar Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Dorong Generasi Islami

Kejari Kampar Akan Panggil Pihak Terkait dan Distributor Dalam Cegah Mafia Pupuk

Kejari Kampar Akan Panggil Pihak Terkait dan Distributor Dalam Cegah Mafia Pupuk
Kajari Kampar Arif Budiman Bersama Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang Saat Melakukan Peninjauan di Kecamatan Bangkinang Kota

KAMPAR - Menindaklanjuti Instruksi Jaksa Agung Republik Indonesia untuk segera menelusuri dan mengidentifikasi melalui operasi intelijen pada upaya dugaan mafia pupuk bersubsidi. Kejaksaan Negeri Kampar turun langsung ke lokasi Kecamatan Bangkinang Kota dalam operasi Intelijen di wilayah Kabupaten Kampar. 

Sebelumnya, Kejari Kampar melalui Seksi Intelijen telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pejabat terkait untuk diminta keterangannya.

Dari hasil peninjauan, beberapa petani yang namanya ada di dokumen pembelian pupuk bersubsidi dalam penyaluran, terdapat informasi bahwa mereka tidak membeli pupuk bersubsidi.

"Hasil peninjauan kita di lokasi, dari beberapa petani yang ada namanya di dokumen pembelian, terdapat informasi bahwa mereka tidak membeli pupuk bersubsidi pada tahun 2021," kata Kajari Kampar Arif Budiman melalui Kasi Intel Silfanus Rotua Simanullang, Kamis (14/4/22).

Dalam peninjauan ini guna untuk memastikan bahwa orang-orang yang namanya ada di dokumen pembelian itu memang ada membeli dan penerima sebagai dokumen, juga memastikan berapa mereka dapat agar tidak melebih kuota yang diberikan.

Untuk pupuk subsidi, artinya bukan diberikan secara gratis dan juga bukan untuk sawit juga, ada ketahangan pangan juga dan pasti mereka memiliki lahan.

"Dimana, untuk pupuk bersubsidi ini artinya bukan diberikan secara gratis, tapi ada juga untuk ketahangan pangan dan pasti mereka memiliki lahan," beber mantan penyidik Kejati Riau itu.

Ia juga menyebutkan, ada yang tidak memiliki lahan, tapi dari data yang kita peroleh mereka tidak membeli, untuk di data pembeliannya ada.

Sejauh ini, lanjut Silfanus, kita sudah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah Pejabat di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, balai penyuluhan pertanian juga kita akan memanggil pihak distributor, kios atau pengecer maupun dari Balai Penyuluh Pertanian Lapangan (BPPL).

"Kita sekarang terus melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan terhadap pihak-pihak terkait. Dalam waktu dekat kita juga melakukan pemeriksaan terhadap distributor," pungkasnya.