TERKINI
Bupati Kampar Tinjau Langsung Infrastruktur dan Pelayanan Dasar di Tapung HuluBupati Kampar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0313/KPRBenteng Generasi Emas, Wabup Kampar Buka Sosialisasi P4GN di Kampar UtaraWabup Misharti Pimpin Apel Gabungan, Tegaskan Tiga Prioritas Pembangunan KamparBupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka Bupati

Cegah-Penyebaran-Covid-19,-Disperindag-Imbau-Pasar-Kaget-Tutup

Cegah-Penyebaran-Covid-19,-Disperindag-Imbau-Pasar-Kaget-Tutup

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diserindag) Pekanbaru mengimbau kepada para pedagang pasar kaget untuk tidak menggelar barang dagangannya lagi terhitung Senin (30/3). Hal itu untuk menghindari kerumunan massa yang dapat menyebabkan penyebaran Virus Corona atau Covid 19.

"Mulai Senin kami akan bekerja sama dengan pihak keamanan, untuk menertibkan beberapa titik lokasi pasar kaget Pekanbaru. Kami akan memberikan tindakan persuasif kepada para pedagang dan masyarakat untuk tidak berkumpul dan berdagang," ujar Kepala Disperindag Ingot Ahmad Hutasuhut.

Saat ini, pihaknya telah menyebarkan surat imbauan untuk pemberhentian operasional pasar kaget di Pekanbaru. "Saat ini tolong stop dulu, mari kita sama - sama menjaga," imbaunya.

Agar para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang banyak mengurung diri di rumah, Ingot menyarankan agar para pedagang pasar kaget membuka layanan delivery.

"Kalau banyak alasan lagi, silahkan bergabung ke pasar tradisional resmi Pemerintah. Insya Allah tertampung, di pasar resmi bisa terkontrol, selain itu juga ada fasilitas seperti wastafel untuk kenyamanan pembeli dan pedagang," papar Ingot. 

Ia juga menegaskan bahwasanya penutupan itu bukan terkait izin. Hal ini karena Pemko Pekanbaru tak pernah mengizinkan pasar kaget.

"Dalam konteks ini, menghindari kerumunan massa, saya tegaskan pasar kaget tetap ilegal," pungkasnya. (kmf)

Sumber: (kmf)