TERKINI
Lantik Pengurus IDI Bengkalis, Kasmarni: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Turunkan PelayananMeriahkan HUT RI Ke-81, Desa Bukit Ranah Gelar Turnamen Voli Putri dan Berbagai Lomba RakyatBRK Syariah Bangkinang Pastikan Dana CSR Masjid di Kampar Cair Agustus 2026GOW Kampar Peringati HAN Tahun 2026, Dengan Gelar Berbagai Kegiatan Di UPT SDN 012 LangginiPembinaan LPKA Pekanbaru Berbuah Hasil, Mantan Anak Binaan Kini Sukses BekerjaMahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis dan Pemdes Gelar Aksi Penghijauan di Desa Tanjung KulimHujan Deras Rendam Pekanbaru, Dirlantas Polda Riau Turun Tangan Urai Kemacetan Bantu Pengendara MogoPemkab Rohil, KONI dan PSSI Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Sediakan Hidangan GratisDisbunnak Keswan Kampar Bantah Video Viral TikTok Terkait Jalan Produksi dan Bibit SawitHarga TBS Naik Lagi, Disbunnak Keswan Kampar Optimis Tingkatkan Kesejahteraan Petani LokalTingkatkan Kinerja Pemasyarakatan, Kanwil Ditjenpas Riau Gelar Rapat Teknis Disbunnak Keswan Kampar Sosialisasikan Syarat Pengajuan PSR ke Koperasi dan Kelompok Tani

Cegah-Penyebaran-Covid-19,-Disperindag-Imbau-Pasar-Kaget-Tutup

Cegah-Penyebaran-Covid-19,-Disperindag-Imbau-Pasar-Kaget-Tutup

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diserindag) Pekanbaru mengimbau kepada para pedagang pasar kaget untuk tidak menggelar barang dagangannya lagi terhitung Senin (30/3). Hal itu untuk menghindari kerumunan massa yang dapat menyebabkan penyebaran Virus Corona atau Covid 19.

"Mulai Senin kami akan bekerja sama dengan pihak keamanan, untuk menertibkan beberapa titik lokasi pasar kaget Pekanbaru. Kami akan memberikan tindakan persuasif kepada para pedagang dan masyarakat untuk tidak berkumpul dan berdagang," ujar Kepala Disperindag Ingot Ahmad Hutasuhut.

Saat ini, pihaknya telah menyebarkan surat imbauan untuk pemberhentian operasional pasar kaget di Pekanbaru. "Saat ini tolong stop dulu, mari kita sama - sama menjaga," imbaunya.

Agar para pedagang tidak kehilangan mata pencaharian, serta memenuhi kebutuhan masyarakat yang banyak mengurung diri di rumah, Ingot menyarankan agar para pedagang pasar kaget membuka layanan delivery.

"Kalau banyak alasan lagi, silahkan bergabung ke pasar tradisional resmi Pemerintah. Insya Allah tertampung, di pasar resmi bisa terkontrol, selain itu juga ada fasilitas seperti wastafel untuk kenyamanan pembeli dan pedagang," papar Ingot. 

Ia juga menegaskan bahwasanya penutupan itu bukan terkait izin. Hal ini karena Pemko Pekanbaru tak pernah mengizinkan pasar kaget.

"Dalam konteks ini, menghindari kerumunan massa, saya tegaskan pasar kaget tetap ilegal," pungkasnya. (kmf)

Sumber: (kmf)