TERKINI
Syawal Nahkodai PWI Kampar 2026-2029, Wabup Misharti Tegaskan Pers Mitra Strategis PembangunanKonferensi VIII PWI Kampar, Wabup Misharti Ajak Wartawan Jaga Marwah Pers dan Perkuat PersatuanAde Syaputra Ajak Warga Kampar Manfaatkan Pemutihan Pajak, Samsat Bangkinang Bagikan MaskerGerak Cepat, Wabup Kampar, Misharti Tinjau Turap Longsor di Penyesawan, Penanganan Segera DikajiKualitas Udara Masih Tidak Sehat, Pemko Pekanbaru Berlakukan PJJ 14-15 Oktober 2026Samsat Bangkinang Imbau Warga Kampar Manfaatkan Insentif Pajak, Tunggakan Dihapus hingga 40 PersenWabup Kampar, Misharti Tegaskan Kesiapan Lahan Program Sekolah Rakyat, Administrasi Pemkab RampungWabup Kampar, Misharti Perkuat Sinergi BGN dan Satgas MBG, 13 Dapur SPPG di Kampar Siap BeroperasiSosialisasi Pemda dan BGN Kawal MBG, Mitra Yayasan Indra Noval Sampaikan Apresiasi Pada Wabup KamparKetua Satgas MBG Dijabat Wabup Kampar, Misharti Pimpin Sosialisasi MBG, Imbau Patuhi SOP dan AturanSinergi Pemerintah dan Adat, Bupati Kampar Minta LAK Optimalkan Pembinaan Anak KemenakanWakil Bupati Kampar, Misharti Lantik Pengurus SOIna dan Lepas Kontingen Atlet Menuju PeSONas II 2026

Pemerintah Gelar Forum Bisnis 2021 Dalam Mempererat Kerjasama RI-UAE

Pemerintah Gelar Forum Bisnis 2021 Dalam Mempererat Kerjasama RI-UAE

Jakarta - lenteranews.co, Untuk mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia - United Arab Emirates (UAE), pemerintah Indonesia menginisiasi acara Indonesia - Emirates Amazing Week 2021 di Jakarta pada Hari Jumat (5-3-2021). Salah satu agenda dalam even yang dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Energi dan Infrastruktur UAE Suhail Al Mazrouei adalah bisnis forum. 

Agenda tersebut menghadirkan para pebisnis dari kedua negara agar membuka potensi kerja sama ekonomi serta mempererat hubungan ekonomi yang telah terjalin. "Kami sangat berterima kasih atas peran Menteri Suhail dalam memajukan kerja sama bilateral antara UAE dan Indonesia seperti yang telah ditugaskan oleh kedua kepala negara kami," ujar Menko Luhut dalam sambutannya pada awal Forum Bisnis. 

Diapun lantas menyebutkan usulannya kepada Presiden Joko Widodo untuk menjadikan UAE sebagai salah satu teladan. "Sejak berdiri, UAE telah mengalami transisi yang luar biasa hingga menjadi sebuah negara yang memiliki ekonomi produktif yang berlandaskan pengetahuan masa depan, inovasi dan energi," kata Menko Luhut beralasan. 

Selain itu, sambungnya, UAE juga telah berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakatnya hingga mampu menjadi salah satu negara yang memiliki pendapatan rata-rata paling tinggi di dunia.  "UAE kini juga telah menjadi salah satu pusat keuangan dan ekonomi dunia," puji Menko Luhut. 

Dalam bisnis forum ini, hadir para pelaku usaha papan atas dari kedua negara yang akan melakukan seremoni penandatanganan perjanjian   yang telah disepakati. Secara detil, menurut Menko Luhut, ada delapan dokumen yang telah ditandatangani. Perjanjian tersebut antara lain penandatanganan tiga perjanjian bilateral antara  Indonesia dan UAE, serta lima perjanjian _Business to Business_. 

Perjanjian-perjanjian tersebut antara lain: kerja sama Mangrove dengan UAE, Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang ekonomi kreatif, pengaturan teknis Konferensi Dunia mengenai Ekonomi Kreatif, _Joint Venture_ (usaha patungan) antara Dubai Port (DP) World dan PT Maspion dalam pembangunan pelabuhan peti kemas di Jawa Timur, Kesepakatan Paspor Logistik Dunia, MoU antara PT Pindad-Caracal, Pertamina-Adnoc dan Kesepakatan pembiayaan LULU. 

Menyambung, Menteri Energi dan Infrastruktur UAE Suhail menyebutkan bahwa nilai investasi DP Dubai kepada PT Maspion adalah USD 1,2 Miliar. "Dan dengan adanya penerapan UU Omnibus Law di Indonesia akan sangat membantu investor dan mampu menciptakan iklim investasi yang bagus," ujarnya. 

Lebih lanjut, Menteri Suhail mengatakan bahwa kini pemerintah kedua negara sedang duduk bersama untuk mengidentifikasi area-area investasi yang tidak hanya bisa dikerjakan bersama antar pemerintah namun juga sektor swasta," tegasnya. 

Dalam kegiatan ini juga diselenggarakan pameran yang menampilkan aneka produk dari mangrove serta kegiatan terkait mangrove lainnya. Pameran ini didukung oleh KLHK, KKP, BRGM dan Akar Bhumi. Diakhir acara _Business Forum_ para peserta berkesempatan mengunjungi pameran tersebut serta diserahkan cinderamata berbahan mangrove kepada Menteri Suhail dan Menko Marves yang mewakili kedua delegasi UAE dan Indonesia. 

Menko Luhut berharap kesepakatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara nyata oleh kedua belah pihak. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menhan Prabowo Subianto, Menhub Budi Karya Sumadi, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Dubes UAE Husin Bagis, CEO DP World Sultan Ahmed, Presdir PT Maspion Alim Markus, CEO Indonesian SWF Ridha Wirakusumah, pejabat eselon 1 Kemenko Marves serta beberapa pengusaha dari UAE. 

Sumber: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi