TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Disbunakkeswan Kampar Targetkan 4500 H Kebun Sawit Untuk Replanting

Kadis Syahrizal Foto Bersama Dengan Marketing di BPKS Medan Dedi Taufik

Disbunakkeswan Kampar Targetkan 4500 H Kebun Sawit Untuk Replanting

KAMPAR - lenteranews.co, Progam Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk membantu para Petani Sawit yang ingin melakukan Peremajaan (Reflanting) pada kebun sawitnya yang sudah dibantu Pemerintah Pusat.

Pada tahun 2020 ini, sebenarnya kita di Kampar  sudah menargetkan 4500 hektar Kebun Sawit untuk di Reflanting," ujar Kepala Disbunakkeswan Kampar Ir  Syahrizal M.M saat dikonfirmasi diruang kerjanya, pad selasa (8/12/2020).

Dikatakan Syahrizal, bahwa hingga akhir tahun ini Rekomentek (Rekomendasi Teknik) dari Kementerian Perkebunan sekitar 1180 hektar, hal ini disebabkan beberapa hal.

"Karena saat ini masih suasana Covid-19 yang menyebabkan tidak bisa melakukan pertemuan - pertemuan untuk dilakukan sosialisasi kepada para Petani,"ujar Kadis Syahrizal.

Ditahun 2020 ini, lanjut Syahrizal, harga TBS Kelapa Sawit cukup tinggi, sehingga masyarakat para Petani menunda untuk dilakukan Peremajaan Kelapa Sawit miliknya karena secara ekonomi mereka sangat membutuhkan,"imbuhnya.

Dari hasil evaluasi selama tahun 2020 ini tentu nya di 2021 nanti kegiatan ini
bisa lebih sukses lagi dan sesuai hasil rembuk dengan mitra kita, KUD dan PTPN V kita menargetkan 4000 hektar, ini tentunya terlebih dahulu mensosialisasikan kepada masyarakat agar mereka tahu tentang hal tersebut," tutupnya.