TERKINI
Bupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih Berkelanjutan

Tiga ASN Dinas Pendidikan Siak Positif Covid 19

Tiga ASN Dinas Pendidikan Siak Positif Covid 19

SIAK. Superriau.Com - Dinas Pendidikan am Kebudayaan Kabupaten Siak ditutup selama satu pekan sejak Senin (20/07) akibat tiga orang aparatur sipil negara (ASN) di instansi tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

" Langkah yang dilakukan sudah dites cepat dan usap (swab) seluruh pegawai dan honorer di Disdikbud. Satu minggu ke depan ditutup dan diliburkan," kata Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Siak, Budhi Yuwono, Senin.

Selanjutnya kata dia akan dilihat dulu perkembangan apakah akan dibuka lagi atau ditambah waktu penutupannya. Namun jika ada penambahan kasus positif, bisa saja libur itu bisa diperpanjang ditutup. Di samping itu, pada kantor Disdikbud di Komplek Sungai Betung ini juga sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. Hal ini tentunya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Pada Senin ini terkonfirmasi dua ASN Positif COVID-19 di Disdikbud Siak yakni M (55) dan A (50). Keduanya diduga tertular dari seorang ASN lainnya yakni N (50) yang sudah positif beberapa hari yang lalu.

N merupakan suami dari SR (48) yang sudah positif terlebih dahulu. Hal tersebut diketahui ketika sang istri ingin operasi usus buntu di Rumah Sakit Aulia, Kota Pekanbaru yang mengharuskannya untuk tes cepat.

Tak disangka ternyata hasilnya reaktif sehingga dilakukan tes usap yang menunjukkan dirinya positif. Setelah itu dilakukan penelusuran kontak yang berujung pada suami dan tiga anaknya positif COVID-19. Semuanya kemudian dirawat di Pekanbaru.

Sang suami yang bekerja di Disdikbud Siak kemudian ditelusuri hingga seluruh orang di kantornya itu diuji usap. Hingga akhirnya keluar hasil dua ASN lainnya juga positif COVID-19 dan dirawat saat ini di Rumah Sakit Umum Daerah Tengku Rafian Siak.