TERKINI
Dishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas OrganisasiJelang Rapat Konsolidasi, Plt Ketua JMSI Kampar Ungkap Respons Positif Bupati Ahmad Yuzar17 Pejabat Eselon lll dan IV Dilantik Wabup Kampar MishartiKPU Kampar Melakukan Memutakhirkan Daftar Pemilih BerkelanjutanProgres Fisik RLH 79 Unit Dinas Perkim Kampar Melampaui Target, Pencapaian Naik Signifikan 69 PersenHarga BBM Eceran Tembus Rp15 Ribu, GMNI Bengkalis Soroti Lemahnya Pengawasan Disperindag BengkalisKejar Target 100 Persen di Akhir Tahun, Dinas PUPR Kampar Fokus Percepatan dan Penyesuaian AnggaranDirektur Jenderal Pemasyarakatan RI Berikan Arahan, Jadi Penguat Kinerja Kanwil Ditjendpas Riau

Barang Bukti Dari 239 Perkara Dimusnahkan Kejari Kampar, Sapta Minta Semua Pihak Lebih Peduli

Barang Bukti Dari 239 Perkara Dimusnahkan Kejari Kampar, Sapta Minta Semua Pihak Lebih Peduli

KAMPAR - Sejumlah Barang Bukti dilakukan pemusnahan oleh Kejaksaan Negeri Kampar, bertempat di halaman setempat, Selasa (11/7/23).

Dimana, Barang Bukti yang dimusnahkan itu sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (Inkrah).

Kajari Kampar, Sapta Putra memimpin langsung pemusnahan itu. Adapun pemusnahan BB dari 239 perkara dari Januari sampai Juni 2023.

Pemusnahan itu banyak didominasi pada perkara narkoba, cabul, pencurian serta perjudian.

“Perkara yang paling banyak narkotika hampir 85 persen, disusul cabul baru terakhir pencurian," kata Kajari Kampar, Sapta Putra dalam pemaparannya didampingi Kasi Intel, Rendy Winata dan Kasi BB Rhendy Fauzi.

Sapta juga mengemukakan, bahwa sekarang sudah darurat narkoba. Ia berharap melalui ekspos masyarakat bisa memahami bahwa pencegahan narkoba itu penting.

"Jadi melalui ekspos kegiatan ini kita berharap masyarakat memahami bahwa pencegahan narkoba itu penting, terutama bagi anak-anak,” beber Sapta.

Ia menuturkan, tingginya angka perkara narkoba dengan banyak pelaku yang didominasi generasi muda bahkan pelajar.

Sapta meminta, semua pihak lebih peduli terhadap kegiatan-kegiatan yang mengedepankan sosialisasi bahaya narkoba.

“Saya sudah sampaikan juga kepada BNK agar membuat sosialisasi, salah satunya lewat Forkopimda untuk menjadi Irup upacara di sekolah-sekolah,” pungkasnya.**