TERKINI
Bupati Kampar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0313/KPRBenteng Generasi Emas, Wabup Kampar Buka Sosialisasi P4GN di Kampar UtaraWabup Misharti Pimpin Apel Gabungan, Tegaskan Tiga Prioritas Pembangunan KamparBupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka BupatiJMSI Kampar Gelar Rapat Konsolidasi, Segera Urus Legalitas Organisasi

Gubernur Syamsuar Ajukan PSBB untuk Provinsi Riau

Gubernur Syamsuar Ajukan PSBB untuk Provinsi Riau

 Gubernur Riau Syamsuar akan mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara menyeluruh di daerah tersebut agar upaya memutus mata rantai wabah virus corona (Covid-19) bisa efektif.

“Kemarin kita telah mendengar hasil kajian ahli medis dan ahli epidemiologi, bahkan dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau langsung dekannya yang datang, dari hasil kajian mereka merekomendasikan sebaiknya dilakukan PSBB Provinsi Riau,” kata Syamsuar dalam pernyataan pers di Pekanbaru, Sabtu (2/5/2020).

Ia mengatakan rekomendasi para ahli tersebut telah mendapat persetujuan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopminda) Riau dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Riau.

 

Sedang disusun proposal dan dilampirkan kajiannya, mudah-mudahan tidak dengan waktu begitu lama akan lakukan PSBB Provinsi Riau. Saya minta dukungan kepala daerah lainnya agar PSBB berjalan sempurna,” ujarnya.

Sejauh ini PSBB di Riau baru dilaksanakan di Kota Pekanbaru, sedangkan penyebaran pasien terkait virus mematikan tersebut merata di semua 12 kabupaten dan kota. Bahkan, Kementerian Kesehatan sudah menyatakan ada empat daerah di Riau termasuk zona merah karena terjadi transmisi lokal, antara lain Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Pelalawan dan Kampar.

Syamsuar meminta bupati dan wali kota untuk segera menyampaikan data jaring pengamanan sosial untuk warga selama pelaksanaan PSBB. Pemprov Riau sudah menyiapkan anggaran bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp 300.000 per kepala keluarga (KK) selama tiga bulan untuk pelaksanaan PSBB.

“Di Pekanbaru bansos sudah disepakati bersama 45.000 KK yang akan dapat dukungan dari kami di provinsi dan kota, ada tambahan 4.000 lebih KK. Selama ini sembako dari Kementerian Sosial, akan kita tingkatkan jadi Rp 300.000 per KK selama tiga bulan,” ujarnya.

Menurut dia, pelaksanaan PSBB Riau akan lebih ketat dalam pengawasan dan penegakan hukum dengan mengambil pengalaman dari pelaksanaan PSBB di Kota Pekanbaru.

“Sudah ada masukan dari penegakan hukum, akan disempurnakan berdasarkan pengalaman di Pekanbaru dalam sanksi hukum di semua daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Riau, hingga Sabtu (2/4/2020) pagi total di Provinsi Riau terdapat 42 kasus positif Covid-19. Perinciannya terdiri dari 22 orang masih dirawat, 16 sehat dan sudah dipulangkan, serta empat meninggal dunia.

Kasus paling banyak di Kota Pekanbaru dengan 19 kasus, dan Dumai dengan 11 kasus positif.

Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat ada 224 orang, dan yang meninggal ada 88 orang. Sedangkan PDP yang sudah pulang dan sehat ada 350 orang.

Sementara itu, total orang dalam pemantauan (ODP) di Riau ada 53.358 orang, dengan rincian masih ada 11.166 orang yang masih dalam pemantauan harus melalui karantina 14 hari.