TERKINI
Bupati Kampar Tinjau Langsung Infrastruktur dan Pelayanan Dasar di Tapung HuluBupati Kampar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0313/KPRBenteng Generasi Emas, Wabup Kampar Buka Sosialisasi P4GN di Kampar UtaraWabup Misharti Pimpin Apel Gabungan, Tegaskan Tiga Prioritas Pembangunan KamparBupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka Bupati

MUI- Kota-Pekanbaru-Imbau-Warga-Tak-Menggelar-Salat-Jumat-dan-Wirid-di-Masjid.

MUI- Kota-Pekanbaru-Imbau-Warga-Tak-Menggelar-Salat-Jumat-dan-Wirid-di-Masjid.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat agar tidak menggelar salat Jumat dan Wirid di Masjid dan Mushala. Langkah ini diambil agar penularan dan penyebaran virus corona tidak menyebar dengan cepat.

Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MUI Pekanbaru, Ilyas Husti dalam surat imbauannya, Rabu (25/3), menyampaikan, sikap dan imbauan bahwa virus corona merupakan musibah dari Allah SWT. Untuk itu diharapkan umat Islam tetap tenang, sabar, dan melakukan usaha-usaha preventif sebagai petunjuk dan saran pemerintah serta dokter dari tim medis.

"Dampak wabah virus corona semakin hari makin meningkat di Pekanbaru, baik dalam bentuk Orang Dalam Pantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), termasuk satu pasien positif. Setiap hari, jumlah masyarakat yang terkena wabah ini terus meningkat. Bahkan cenderung tidak bisa dikendalikan," ujarnya.

Terhitung mulai 23 Maret, status Kota Pekanbaru dinyatakan tanggap darurat terhadap virus corona. Maka, warga Pekanbaru diimbau agar bekerja di rumah, belajar di rumah, dan beribadah di rumah sesuai instruksi Presiden.

"Selama status tanggap darurat, kami mengimbau seluruh pengurus masjid, musala, dan tempat-tempat ibadah lainnya untuk melakukan sterilisasi dengan cara membersihkan ruang ibadah dan lingkungannya, menggulung tikar, menyediakan sabun cuci tangan di kamar mandi dan tempat wudu, menyediakan hand sanitizer di setiap pintu masuk masjid, serta melakukan penyemprotan cairan disinfektan di setiap sudut ruangan," pinta Ilyas.

Dalam status tanggap darurat virus corona ini, masyarakat juga diimbau agar tidak menggelar wirid, pengajian, peringatan hari-hari besar Islam, salat Jumat, dan kegiatan lainnya yang mempercepat penyebaran virus corona. Pengurus masjid dan musala diimbau untuk tetap mengumandangkan azan sebagai pertanda masuknya salat lima waktu.

Kepada masyarakat diharapkan tidak melakukan kegiatan di luar rumah, kecuali untuk keperluan mendesak. Masyarakat dianjurkan tetap di rumah dengan memperbanyak ibadah, zikir, dan membaca Alquran, membimbing anak-anak dan keluarga dalam melaksanakan salat berjemaah.

"Lakukan usaha-usaha pencegahan virus corona dengan selalu menjaga pola hidup sehat," ucap Ilyas.

Kepada pemerintah diharapkan menutup kegiatan sosial yang melibatkan orang banyak seperti tempat keramaian, tempat hiburan, bioskop, karaoke, warnet, panti pijat, dan tempat-tempat lainnya yang dapat mempercepat penularan dan penyebaran virus corona. Pelaku usaha yang tidak mematuhi agar ditindak tegas. (Kominfo)