TERKINI
Bupati Kampar Tinjau Langsung Infrastruktur dan Pelayanan Dasar di Tapung HuluBupati Kampar Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI di Makodim 0313/KPRBenteng Generasi Emas, Wabup Kampar Buka Sosialisasi P4GN di Kampar UtaraWabup Misharti Pimpin Apel Gabungan, Tegaskan Tiga Prioritas Pembangunan KamparBupati dan Wabup Kampar Buka Peluang Investasi dan Perkuat Silaturahmi Perantau di KarimunJalan Rusak di Sei Manasib Ditinjau Bupati Rohil, Segera Akan Dilakukan PerbaikanWabup Kampar, Misharti Ajak Seluruh Elemen Daerah Jadikan Pancasila Dasar Membangun Daerah HarmonisRapat Pleno Terbuka Digelar KPU Kampar, Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan III TahunDishub Kampar Gencar Tingkatkan PAD Retribusi Parkir Melalui Tarif Berlangganan Kendaraan PerusahaanKadishub Kampar Sosialisasikan SI OCU PARKIR KAMPAR, Dorong Pembayaran Retribusi Parkir Non TunaiDirgahayu Harhubnas 2026, Kadis Aidil: Pentingnya Perhubungan Mendukung Aktivitas MasyarakatKadis Bunnak Keswan Kampar Hadiri Sosialisasi Pengembangan Tanaman Hortikultura Yang Dibuka Bupati

Disdik-Sebar-Surat-Edaran-Mendikbud-Terkait-Pembatalan-UN-2020

Disdik-Sebar-Surat-Edaran-Mendikbud-Terkait-Pembatalan-UN-2020

 Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru sudah sebar surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nadiem Makarim kepada seluruh kepala sekolah di Kota Pekanbaru. 

Surat edaran ini tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19. Satu poin, yakni batalnya gelaran Ujian Nasional (UN) tahun 2020.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, pihaknya bakal menindaklanjuti surat edaran ini. "Kita bakal ikuti arahan menteri sesuai surat edaran," ulasnya , Selasa (24/3/2020).

Mereka juga menyiapkan surat edaran dari pemerintah kota terkait tindak lanjut surat edaran menteri.

Jamal memaparkan, awalnya jadwal UN tingkat SMP hanya selang sehari status tanggal darurat Covid-19 di Kota Pekanbaru. Tanggap darurat Covid-19 di Pekanbaru berlangsung hingga 19 April 2020 mendatang.

Jamal menyebut, pembatalan UN ini lantaran banyak resiko menghadirkan peserta didik di satu tempat. Ia menyebut persiapan sebenarnya sudah tuntas.

Jumlah peserta didik yang bakal ikut UN  2020 tingkat SMP di Pekanbaru mencapai 17.651 orang. "Namun setelah pemerintah pusat membatalkan, maka kita laksanakan," ulasnya.

Ada sejumlah poin dalam surat edaran dari Mendikbud. Ada poin pembatalan UN, ketentuan proses belajar di rumah sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 dan ketentuan pelaksanaan ujian sekolah.

Ada juga poin perihal ketentuan untuk kenaikan kelas bagi peserta didik, lalu poin seputar ketentuan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hingga dana BOS yang bisa digunakan untuk pengadaan barang sesuai kebutuhan sekolah dalam pencegahan covid-19. (Kominfo)